INILAH.COM, Makassar - Demi menghemat biaya, 11 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah sepakat menyelenggarakan pilkada tujuh bulan ke depan secara bersamaan. Yang molor hanya Toraja Utara.
"Pilkada serentak untuk efektifitas biaya, juga untuk mempersiapakan penyelengaraan Pilkada terlaksana dengan baik, dapat memuaskan seluruh lapisan masyarakat," papar Jayadi yang didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dan ketua DPRD Sulsel Muh Roem di Baruga Shangiaseri Rujab Gubernur Sulsel di Makassar, Senin (28/9).
Menurut Jayadi, pelaksaanaan Pilkada yang dilakukan lebih awal akan membuahkan hasil yang baik pula. Sebab pilkada butuh persiapan yang matang agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan mayarakat juga.
Kesepuluh kabupaten/kota yang dimaksud adalah Kabupaten Gowa, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur. Kesemuanya akan menyelenggarakan Pilkada pada 23 Juni 2010 mendatang. Sementara, satu kabupeten yakni Toraja Utara akan menyusul, karena terkendala pembentukan KPUD setempat sebagai penyelenggara.
Humas KPU Sulsel Annas GS mengatakan, untuk anggaran penyelenggaraan Pilkada ditanggung oleh pemerintah daerah setempat. Adapun yang disipakan pemerintah Provinsi hanya untuk biaya operasional saja.
"Honor PPK, persediaan logistik dan sebagainya dianggarkan oleh Pemda setempat. Banyaknya biaya tergantung Daftar Pemilih Tetapnya (DPT) semakin banyak DPT semakin banyak pula biaya yang dianggarkan," kata Annas.
Beberapa daerah telah menganggarkan biaya untuk penyelengaraan Pilkada di daerahnya masing-masing, diantaranya, kabupaten Bulukumba sebesar R p15 miliar, Kabupaten Kepulauan Selayar Rp 9 miliar. [ana]