INILAH.COM, Jakarta - PT Indonesia Power, anak usaha PT PLN (Persero) yang menangani pembangkit Jawa, Madura dan Bali tengah melakukan negosiasi dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) untuk memenuhi kebutuhan batubara PLTU Suralaya.
Direktur Utama Indonesia Power, Tonny Agus menjelaskan saat ini pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan Adaro untuk memenuhi kebutuhan batubara PLTU Suralaya.
"Tiap tahunnya PLN butuh batubara 13 juta ton. Untuk tahun depan kita sudah secure 10 juta ton, sisanya 3 juta ton khususnya untuk PLTU Suralaya, termasuk yang kita sedang negosiasikan dengan Adaro," katanya.
Sementara, untuk antisipasi cuaca buruk pada akhir tahun, Indonesia Power sudah memaksimalkan stok batubara. "Stok sekarang sudah mencapai 2,2 juta, secure untuk 55 hari ke depan," jelasnya. [cms]