Senin, 28 Mei 2012 | 19:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jenazah di Solo Bukanlah Noordin?
Headline
Dynno Creesbon - inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Djibril Muhammad & Ahluwalia
web - Selasa, 29 September 2009 | 06:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Polri telah memastikan jenazah pria yang tewas pada penggerebekan di Solo, 16 September lalu adalah Noordin M Top. Namun muncul keraguan berdasarkan ciri-ciri fisik dan kebiasannya sesuai pengakuan keluarga dan kerabat.

Menurut Direktur Pusat Studi Intelijen dan Kemanan Nasional (SIKNAL) Dynno Creesbon ciri-ciri yang disampaikan Polri berbeda jauh dengan yang dimiliki dan pengakuan kerabat Noordin. Ia mengatakan, gembong teroris asal Malaysia itu memiliki bekas luka di alis mata kiri.

"Selain itu, gigi ginsul, mata agak terbeliak (melotot), kedua alisnya terangkat, tidak memiliki bulu tangan dan ada bekas luka di pinggul kiri," katanya mengutip pernyataan mantan ajudan Noordin yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (29/9).

Sedangkan ciri-ciri lainnya, atau berdasarkan kebiasaan sehari-hari, Dynno melanjutkan, Noordin selalu dikawal 4 ajudan. Dalam perpindahannya ke berbagai tempat, Noordin selalu disiagakan sedikitnya 4 kendaraan roda dua.

"Selalu menggunakan rompi bom, dan tidak pernah menggunakan HP serta tidak pernah menggunakan laptop. Noordin juga tidak pernah bersembunyi dengan DPO polisi," tuturnya.

Karena itu, Dynno meragukan jenazah yang oleh polisi disebut-sebut sebagai Noordin. Kendati demikian, ia mengingatkan, Noordin asli masih berkeliaran dan masih menjadi ancaman Indonesia. "Mudah-mudahan Noordin yang di Solo itu Noordin sebenarnya bukan Noordin-Noordinan." jelas Dynno.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri telah memastikan sosok jenazah yang tewas usai penggerebekan di Solo adalah Noordin M Top. Hal tersebut didasarkan pada hasil identifikasi sidik jari.

Berdasarkan pemeriksaan sidik jari, sebanyak 14 titik terdapat kesamaan baik dari kiri dan kanan. 14 titik kesamaan tersebut, lanjut pria yang akrab disapa BHD itu mengaku bisa dipertanggungjawaban secara yuridis formal. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
6 Komentar
Rabu, 30 September 2009 | 11:40 WIB
Cresbon .. Sejak kapan sidik jari manusia ada yg sama ??? Pernah liat film face off ?
abu hanif
Selasa, 29 September 2009 | 12:35 WIB
Sejak awal saya ragu kalo yg ditembak noordin m top. Dulu si ibrohim sekarang siapa ya ?
Rasih
Selasa, 29 September 2009 | 08:05 WIB
Jangan-jangan semua tentang Noordin hanya rekayasa. Wahai penguasa jujur dong, jangan tipu kami terus..... Kami hanya butuh ketenangan dan kenyamanan dlm melaksanakan apa yg kami yakini sebagai kebenaran..... Jangan buat kami takut di negeri sendiri. Wahai penguasa negeri ini kepada siapa kalian berpihak? Kami rakyatmu atau bangsa lain yg ingin menjajah kita? I love Indonesia so much...
pak jenggot
Selasa, 29 September 2009 | 08:04 WIB
uis di tulis kok ra mlebu
pak jenggot
Selasa, 29 September 2009 | 08:03 WIB
seharusnya sebelum polisi menggerebek harus punya data2 secara detail mengenai fisik noordin m top. tidak asal ngawur main tembak dan main tuduh. apakah itu yang di namakan dengan profesionalisme polisi...????
kampungan
Selasa, 29 September 2009 | 07:18 WIB
payah ni cresbon, pengamat dan direktur SIKNAL kok gak berkualitas, omongannya gak ilmiah babar blas, masak DNA dan sidik jari diragukan. atau pernyataan kampungan ini untuk mendongkrak citra lembaganya?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.