INILAH.COM, Jakarta - Jenazah yang meninggal pada penggerebekan di Solo 16 September lalu disinyalir bukanlah Noordin M Top yang sebenarnya. Pihak kerabat gembong teroris asal Malaysia itu pun diminta untuk mengakui Noordin palsu tersebut.
Direktur Pusat Studi Intelijen dan Kemanan Nasional (SIKNAL) Dynno Creesbon mengatakan, dirinya mendapat kabar dari kerabat Noordin di Malaysia, yang meragukan keaslian jenazah pria bewok yang tewas bersama tiga rekannya di Solo itu.
"Foto yang dilansir polisi tidak sama dengan foto Noordin yang dimiliki kerabat. Apa iya orang berubah dalam sekian tahun," kata kata Dynno menirukan sumber dari kerabat Noordin kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (29/9).
Dynno melanjutkan, pihak kerabat dan orang-orang mantan teroris yang mengenal noordin konon diminta Polisi Malaysia agar mengiyakan jika jenazah yang di Solo adalah Noordin yang sebenarnya. "Demi kepentingan bangsa dan negara ada baiknya Polri kroscek lagi, sebab banyak pihak meragukan termasuk kerabat Noordin sendiri," imbuh pria asal Ambon, Maluku ini.
Oleh sebab itu, kata Dynno, Polri harus terbuka terhadap masukan masyarakat dan para pengamat agar berhati-hati dalam menentukan sesorang itu Noordin atau bukan. "Sebab saya dan kerabat Noordin, kalau boleh jujur merasa tidak melihat itu jenazah Noordin yang sebenarnya," tandas Dynno. [jib]