INILAH.COM, Jakarta - Polri membeberkan bukti-bukti keterlibatan jaringan teroris yang ada di laptop Noordin M Top. Ada surat (email) dari perekrut 'pengantin', Syaefuddin Zuhri untuk keluarga, yang belum dikirim.
Dalam jumpa pers yang digelar yang digelar di Mabes Polri, Selasa (29/9), Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna mengatakan surat tersebut ditulis oleh Zuhri pada Juli 2009. Zuhri ingin memberitahukan kepada keluarganya terkait organisasi al-Qaida yang sangat rapi. Berikut adalah isi suratnya:
Kita adalah organisasi yang rapi. Ada pemimpin, dan ada yang mengurusi dana. Ada yang tugas mencari orang. Ada ulama yang memberikan fatwa dan memberikan arahan. Ada yang menjaga keluarga mujahid. Ada yang mencari mobil. Ada yang mencari bahan peledak, cari senjata. Ada yang mengurusi luar dan dalam negeri, urusan politik. Ada yang kerjaannya bikin rekaman. Ada kurir yang suka antar jemput pesanan barang, orang, dan ada yang menjadi relawan sahid dan lain sebagainya.
Menyakini negara dan sistem UU adalah nyata kafir, dan bukanlah dari Allah. Yang berubah adalah pemimpin atau qiyadah-qiyadah yang telah menjual prinsip-prinsip suci dan fundamental sampah. Meneruskan dakwah di kedutaan RI yang berujung pada sikap tak jelas kawan-kawan dan bermuara dengan thagut-thagut KBRI.
Noordin banyak terlibat dalam pergaulan dengan mereka yang akhirnya kenal dengan tandzim Al Qaida. Teman-teman Indonesia tidak ada yang mengerti pergerakkan Udin (Syaefuddin Zuhri). Ini karena sudah antipati dan menuduh Udin ikut gerakan salafi mukbil.
Kenapa di Indonesia? Akhi (saudaraku), yang membantai saudara-saudara kita adalah Amerika dan Australia. Tahun 2005 sampai saat ini, Abi menempati posisi yang sangat strategis dalam jaringan Al Qaida Asia Tenggara. [bar]