INILAH.COM, Jakarta - Aliran dana teroris terus ditelusuri oleh Polri. Ada organisasi bernama Kompak (Komite organisasi muslim penanggulangan akibat krisis) yang dikatakan mendanai gerakan-gerakan terorisme di Tanah Air.
"Kalau kita melihat mulai dari aliran dana seperti pernyatan yang ada di surat buronan teroris Juhri. Sebelum kasus ini juga sudah ada aliran yang masuk yang namanya organisasi Kompak," kata Kasubden 88 Mabes Polri Kombes Pol Tito Harnafian dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/9).
Aliran dana ini, dilanjutkan Tito, merupakan dana yang dihimpun dari umat dan juga dari luar negeri. Kompak dulu merupakan suatu organisasi yang berafiliasi kepada kegiatan sosial. Beberapa oknum Kompak bergerak untuk membantu gerakan-gerakan teroris sehingga berubah dengan istilah Kompak Mujahid.
"Dari Kompak ini aliran dana mengalir ke Filipina, Mindanau Selatan. Akan lebih jelas kita sudah tangkap Syaefuddin Juhri," imbuh Tito.
Seperti diketahui, keterlibatan Muhammad Jibril dengan jaringan teroris di Indonesia tidak mengada-ada. Disebut-sebut Syaifuddin Zuhri dan Jibril berniat membentuk simpul baru.
"Jibril juga kemungkinan membangunan simpul baru dengan Syaifuddin Zuhri dan telah menerima dana dari kelompok yang mengalirkan dana untuk kepentingan organisasi mereka," kata Kanit Lima IT Cyber Crime Petrus Golose. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !