INILAH.COM, Jakarta - Dari rekaman video yang ada di laptop Noordin M Top, pelaku bom bunuh diri Hotel JW Marriott Dani Permana mengaku apa yang dilakukannya atas perintah Allah. Meski mati, Dani percaya dirinya masuk surga.
"Bunuh diri itu untuk orang frustasi, saya sih bukan frustasi. Karena ini perintah Allah hukumnya fardu ain kalo gak dijalankan dosa, dijalankan mati syahid," kata Dani dalam rekaman video yang dikeluarkan oleh Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/9).
Seperti diketahui, dalam jumpa pers yang digelar oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna, ditunjukkan rekaman video sebelum Nana dan Dani mengeboman Hotel Ritz Carlton dan Marriott pada Jumat 17 Juli 2009.
Dalam rekaman Minggu 21 Juni 2009, terlihat, dua 'pengantin' Nana dan Dani menyurvei sasaran peledakan dengan berolahraga di depan hotel tersebut sekitar pukul 07.00 WIB. Pukul 09.55 WIB, keduanya membeli baju di sebuah toko.
"Yang mengambil gambar adalah Saefuddin Zuhri," kata Kasubden 88 Mabes Polri Kombes Pol Tito Harnafian.
Kemudian ada rekaman, Selasa 23 Juni 2009 pukul 18.29 WIB, Nana, Dani, dan Zuhri membicarakan target di safety house di Mampang, Jakarta Selatan. Dalam pembicaraan itu disebut-sebut targetnya adalah di Kuningan.
Lima hari kemudian, ketiganya kembali pukul 17.39 WIB ke sasaran peledakan. Nana dan Dani terlihat duduk di lapangan depan hotel Ritz Carlton dan Marriott. Zuhri yang merekam gambar Nana dan Dani mengatakan "Amerika hancur, Indonesia Hancur, Australia hancur". [bar]