INILAH.COM, Makassar - Komplotan bandit laptop yang beberapa bulan terakhir marak di kafe-kafe di kota Makassar akhirnya dibekuk Tim Resmob Reskrim Polda Sulselbar. 5 Orang diamankan, termasuk 2 penadah barang-barang hasil rampasan.
2 Tersangka yang telah masuk daftar incaran pelaku perampasan laptop pengunjung kafe-kafe dan warnet adalah Jayadi (35) yang dibekuk di rumahnya bersama rekannya Ical (25) di Jl Daeng Pasawi Dalam Kelurahan Maccini Sombala, Makassar. Satu orang Harun alias Adi (25) ditangkap di Daya pada Senin 28 September malam.
Usai melakukan penangkapan di daerah Tanjung Makassar, pengambangan dilakukan ke jalan Singa rumah milik Oksan dan di Kompleks Bonekom rumah Irfan yang menadah barang hasil rampasan. Di tangan Oksan dan Irfan satu unit laptop disita polisi sebagai barang bukti dan 14 handphone.
Menurut salah satu tim Resmob reskrim Polda Sulselbar yang enggan disebutkan namanya, komplotan ini dalam melakukan aksinya bersama lima orang rekannya, menggunakan badik untuk mengancam korban. Bahkan, mereka tidak segan-segan melukai atau membunuh korbannya jika melawan.
Jayadi dan rekannya merupakan komplotan perampas laptop para korban yang berinternet di kafe atau warung kopi yang menyediakan layanan internet gratis. Mereka kerap melakukan aksinya di dua kabupaten yakni Makassar dan Maros. Aksi mereka sudah sejak satu tahun terakhir dan makin marak di bulan puasa lalu.
Tercatat puluhan kali aksi perampasan terjadi di warung kopi dan warnet di Makassar, antara lain kafe D'Green jalan Sungai Saddang, berhasil merampas 4 laptop, Warkop Mario jalan Monumen Emmy Saelan. Bahkan salah satu korbannya mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar meninggal dunia kena tikam di bagian perutnya saat bulan Ramadhan lalu.
Saat ini, kelima tersangka telah diamankan di Markas Besar Kepolisian Resort Kota (Mapolresta) Makassar Timur untuk dilakukan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sementara, 3 target lainnya masih dalam pencarian. [sss]