inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Meninggal Setelah Divaksin Kanker Serviks

Headline
gettyimage
Oleh: Liana Garcia
Kamis, 1 Oktober 2009 | 10:00 WIB
INILAH.COM, London - Seorang gadis remaja Inggris meninggal setelah menerima vaksin kanker leher rahim dari GlaxoSmithKline. Namun hubungan antara kematiannya dan obat itu belum dipastikan.

Beberapa pejabat kesehatan di Inggris mengatakan, Natalie Morton, berusia 14 tahun meninggal di rumah sakit Senin, 28/9, beberapa jam setelah diberikan vaksin Cervarix guna mencegah virus papilloma (HPV). Natalie divaksinasi di sekolahnya di Coventry.

Morton tampak sehat sebelum diberi suntikan. Caron Grainger, direktur untuk kesehatan masyarakat di Coventry City Council, mengatakan otopsi akan dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan antara kematian Morton dan vaksin. Para pejabat kesehatan juga mengakui telah mengisolir dan mengkarantina kantung vaksin yang diberikan di sekolah.

"Peristiwa terjadi tak lama setelah dia menerima vaksin HPV di sekolahnya. Tak ada hubungan yang dapat dibuat antara kematian tersebut dan vaksin itu sampai semua fakta diketahui dan otopsi dilakukan. Kami sedang melakukan penyelidikan mendesak dan penuh mengenai kejadian di seputar tragedi ini," kata Dr Caron Grainger, direktur gabungan Urusan Kesehatan Masyarakat bagi NHS (National Health Service), Coventry dan Coventry City Council seperti dikutip dari Reuters

GlaxoSmithKline menyatakan perusahaan obat itu sedang bekerja sama dengan Departemen Kesehatan dan MHRA (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency) bagi pemahaman kasus itu secara lebih baik.

"Pada tahap ini, penyebab pasti kematian tragis ini tak diketahui," kata Direktur Medis Glaxo Dr. Pim Kon dalam pernyataannya.

"Sebagai tindakan pencegahan, bagian vaksin yang terlibat telah dikarantinakan sampai keadaan sepenuhnya dimengerti," kata Kon.

Berita mengenai kematian ini menjadi gosip yang membingungkan pada malam keputusan pengambil keputusan kesehatan Amerika Serikat untuk menyetujui pemakaian vaksin Cervarix dijual di Amerika Serikat. Namun, Lembaga Obat dan Makanan AS (FDA) seringkali membiarkan tanggal tindakan diharapkan dilakukan berlalu tanpa keputusan, atau mengumumkan penundaan.

Selain Natalie, sejumlah gadis remaja di sekolah itu dilaporkan juga mengalami gejala ringan seperti pusing dan mual. "Tetapi tak sampai dirawat di rumah sakit. Mereka diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis," kata Kepala Sekolah Blue Coat, Church Of England School, Julie Roberts.

GlaxoSmithKline, yang berpusat di Brentford, Middlesex, menyatakan lebih dari 1,4 juta dosis Cervarix telah diberikan sebagai bagian dari program imunisasi nasional.

Virus ini sering ditularkan melalui hubungan seksual dan pihak berwenang ingin memberi vaksin kepada anak-anak usia 13 sehingga mereka terlindungi pada saat mereka menjadi aktif secara seksual.

Sejauh ini reaksi kurang baik berkaitan penyuntikan belum banyak. Cervarix diberikan dalam tiga suntikan terpisah selama enam bulan.

Program vaksinasi kanker serviks memicu kontroversi di Inggris ketika pertama kali diperkenalkan. Beberapa kritikus berpendapat hal itu akan mendorong perempuan menjadi aktif secara seksual pada usia yang lebih muda.

"Program vaksinasi dapat memberikan remaja rasa aman yang palsu dan menciptakan rasa tidak bertanggung jawab karena mereka berpikir telah divaksinasi, mereka dilindungi terhadap dampak terburuk dari hubungan seksual. Sehingga mereka terlibat seks bebas tanpa merasa bersalah sedikitpun," kata Norman Wells, dari Badan Pendidikan Keluarga Trust. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.