INILAH.COM, Jakarta - Walaupun terjadi gempa di kawasan Indonesia bagian Timur, namun IHSG sesi 1 berhasil ditutup menguat 9,81 poin (0,40%) ke posisi 2.477,4. Naiknya indeks karena ditopang sentimen harga minyak.
Demikian dikatakan analis saham Lauthandana Securities Surya Wijaya kepada INILAH.COM, Kamis (1/10). "Menguatnya harga minyak dunia membuat saham-saham pertambangan pada sesi 1 ini menguat dan ditambah lagi masih tingginya pembelian Grup Astra memberikan kontribusi terhadap penguatan indeks," katanya.
Sampai penutupan sesi I ini, transaksi perdagangan di lantai bursa mencapai Rp1,693 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,31 miliar lembar saham dengan 78 saham melanjutkan penguatan, 90 saham melemah, dan 69 saham masih stagnan. Sedangkan indeks saham JII berhasil berubah arah dari minus menjadi positif ditutup naik 1,76 poin ke posisi 403,3 bergitu juga dengan indeks saham LQ-45 pun naik 2,80 poin ke posisi 486,76.
Sayang, sektor perkebunan hingga penutupan sesi 1 tak berubah. Sektor pertanian ditutup koreksi 12,25 poin ke posisi 1.771,95 sedangkan sektor pertambangan pada detik-detik penutupan bursa akhirnya melantai 0,54 poin ke posisi 2.238,05.
Adapun saham-saham yang menjadi penggerak indeks siang ini, yakni Astra International Tbk (ASII) ditutup meroket Rp200 ke posisi Rp33.850, Merck Tbk (MERK) meroket Rp2.800 ke Rp78.800, Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) pun ikut meroket Rp250 ke Rp10.850, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pun ikut terdongkrak Rp200 ke Rp7.700 Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) ikut melonjak Rp150 ke Rp14.250.
Sedangkan saham yang terkoreksi antara lain, Delta Djakarta (DLTA) ditutup anjlok Rp10.000 ke Rp42.000, Sepatu Bata Tbk (BATA) pun ikut anjlok Rp6.500 ke Rp26.000, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terperosot Rp300 ke Rp23.950, United Tractor (UNTR) pun ikut terpeleset Rp250 ke Rp15.350, Astra Agro Lestari Tbk (AALI) ikut anjlok Rp150 ke Rp20.900. [san/hid]