inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Cermati Pergerakan Saham Matahari

Headline
ist
Oleh: Asteria
Jumat, 2 Oktober 2009 | 10:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta Rumor pengalihan aset PT Matahari Putra Prima (MPPA) telah mengangkat harga saham di lantai bursa. Namun, perseroan ternyata hanya melepas aset Matahari Department Store saja. Kondisi ini dinilai sebagai antiklimaks.
Panin Securities menilai, pasar semula berekspektasi adanya aksi korporasi besar yang akan dilakukan MPPA, seiring kabar pengalihan aset sahamnya kepada perusahaan afiliasi yang juga berstatus perusahaan terbuka, PT Pacific Utama (LPPF).
Namun, ekspektasi tersebut tampaknya terlalu berlebihan. Apalagi emiten ini sudah terlalu mahal. Sehingga kabar ini merupakan antiklimaks dari rumor yang beredar. Kami rekomendasikan jual MPPA, ujar Purwoko Sartono, analis Panin Securities dalam riset yang dipublikasikan Kamis (1/10).
Seperti diketahui, perusahaan yang bergerak di bisnis ritel ini, dikabarkan akan menjual saham milik PT Multipolar Corporation (MLPL) ke pihak lain. Selain itu, MMPA juga diberitakan akan membeli saham PT Pacific Utama (LPPF) dari Pacific Asia Holdings yang merupakan pemegang saham mayoritas LPPF.
Hal ini mengingat MPPA menargetkan menguasai minimal 90% saham LPPF. MPPA dan LPPF masih tergabung dalam Grup Lippo. Untuk menyertakan saham di LPPF, MPPA akan membeli Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dari pemegang saham LPPF. Setelah itu, MPPA akan mengeksekusi hak itu dalam penawaran umum terbatas (PUT) II Pacific Utama. MPPA juga akan menjadi pembeli siaga dalam PUT ini.
Namun, perseoran dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (30/10) ternyata hanya mengalihkan aset Matahari Department Store saja ke LPPF, dengan penukaran saham. Selanjutnya MPPA jadi induk LPPF dengan bisnis utama berupa Hypermart.
Dalam informasi yang disampaikan kepada para pemegang saham, nilai awal aset bergerak MPPA yang akan dialihkan ke Pacific Utama senilai Rp 425 miliar. Harga aset ini merupakan harga awal berdasarkan laporan PT Jasa Advisindo Lestari yang merupakan penilai independen.
Aset itu berupa barang persediaan Matahari Department Store, peralatan dan perlengkapan usaha, hak sewa ruangan, dan berbagai hak lainnya yang terkait dengan unit usaha, hak dan kewajiban terkait dengan aset yang dialihkan dan lain-lain.
Rencananya LPPF akan membayar pengalihan aset ini dengan hasil perolehan dana rights issue yang akan digelar pada kuartal empat 2009. Setelah pengalihan aset ini maka pengelolaan unit bisnis department store akan diserahkan kepada LPPF. Nantinya MPPA akan berfokus kepada bisnis Hypermart, Foodmart dan Boston HBC Center.
Pada perdagangan Kamis (1/10), saham MPPA ditutup di level Rp 1.060, atau naik 30 poin dari penutupan sebelumnya. Sedangkan sepanjang September kemarin, emiten ini telah mengalami peningkatan sebesar 17,7% dari posisi Rp 900 di awal September.
Penguatan ini sebenarnya sudah diprediksikan sejak awal. Memasuki masa puasa dan Lebaran, permintaan barang-barang ritel meningkat, berlanjut pada melesatnya kinerja industri ritel, seperti MPPA.
Manajemen MPPA memprediksikan pendapatan sepanjang bulan Ramadhan akan naik Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun. Sehingga target pendapatan hingga akhir tahun dapat mencapai Rp 13,5 triliun, naik dari tahun lalu sebesar Rp 12 triliun.
Apalagi selama Ramadhan, jumlah pengunjung di Matahari dan Hypermart diperkirakan meningkat sebesar 15-20% dibandingkan bulan-bulan biasanya. Peningkatan ini terjadi karena kebijakan jam buka toko yang dimajukan menjadi pukul 08.00 WIB sejak H-15 hingga H-1 Lebaran.
Analis Danareksa Sekuritas, Naya Tirambintang juga memprediksikan, selama lebaran, MPPA dapat meraup omzet tambahan sebesar Rp 1,5-5 triliun atau menyumbang 10-20% dari total pendapatan MMPA.
Namun, karena harga emiten ini sudah terlalu mahal, ia merekomendasikan untuk jual, "Saya sarankan jual saham Matahari dengan target harga Rp 640," katanya akhir pekan lalu.
Di luar sentimen musiman, kinerja MPPA terbilang positif. Laporan keuangan konsolidasi MPPA semester pertama 2009, membukukan kenaikan penjualan bersih hingga 15,44% menjadi Rp 5,98 triliun dan laba bersih melonjak 117,27% hingga Rp 130,36 miliar.
Kondisi ini pun ikut menguntungkan induk usaha, PT Multipolar (MLPL), karena akhirnya dapat mencatatkan pendapatan naik 13,50% menjadi Rp 6,22 triliun. MPPA menyumbang kontribusi terbesar dengan porsi 96,14%. Artinya, pendapatan MPPA mendominasi laporan keuangan MLPL. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.