INILAH.COM, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) telah menunjuk 3 lembaga keuangan sebagai joint bookrunner untuk rencana penawaran obligasi dalam berdenominasi dolar Amerika Serikat atau USD fixed-rate senior notes Regulation S/Rule 144A.
Demikian dijelaskan Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Adaro Andre J. Mamuaya dalam penjelasan resminya ke BEI. "Rencananya transaksi ini akan direalisasikan dalam waktu dekat dengan mempertimbangkan kondisi pasar," ujar Andre.
Ditambahkannya, 3 lembaga keuangan itu, yakni Credit Suisse Securities (Europe) Limeted, DBS Bank Ltd, dan UBS AG dan yang bertindak sebagai penjamin surat berharga ini, Adaro sendiri. Surat berharga ini tidak akan didaftarkan sesuai dengan U.S Securities Act of 1933 dan tidak akan ditawarkan atau dijual di Amerika Serikat tanpa pendaftaran kepada masyarakat di AS.
Sebelumnya diberitakan penerbitan obligasi senilai US$500 juta atau setara dengan Rp5 triliun pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan pendanaan sejumlah proyek dan ekspansi. Selain itu, Adaro pekan lalu menerbitkan request for proposal kepada sejumlah bank untuk mencari pinjaman sindikasi US$500 juta atau setara dengan Rp5 triliun. [san/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !