Senin, 28 Mei 2012 | 19:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Batik & Nasionalisme di Mata Mahasiswa
Oleh: Fika Muftiarini
web - Jumat, 2 Oktober 2009 | 23:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dikukuhkannya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO disambut meriah. Rakyat Indonesia bersemangat mengenakan batik. Tapi tidak semua berbatik ria. Sebab alat ukur nasionalisme tidak hanya terdapat pada batik.

"Tidak pakai batik bukan berarti tidak nasionalis. Saya hari ini tidak pakai batik bukan berarti saya tidak suka. Dan lagi memakai batik juga seharusnya bukan karena disuruh," kata mahasiswa Universitas Persada Indonesia YAI, Ervin (19) di Jakarta, Jumat (2/10).

Menurutnya, imbauan mengenakan batik oleh pemerintah juga dirasa terlambat. Sebab pemerintah baru melakukannya setelah ada klaim beberapa produk budaya Indonesia oleh Malaysia. Pemerintah selama ini dirasa kurang tanggap dengan apa yang terjadi pada budaya Indonesia.

"Tapi pengukuhan batik oleh UNESCO tetap menjadi semangat untuk semakin menunjukkan kepada dunia luar. Kalau toh hari ini menjadi hari batik, saya harap juga mungkin tidak hanya hari batik saja, tapi mungkin menjadi hari budaya. Karena kan Indonesia punya banyak produk budaya," ujar Ervin.

Meyylight (18), mahasiswi semester I Psikologi YAI, punya alasan tidak mengenakan batik meski tahu sekarang merupakan hari batik. "Saya tidak punya, jadi saya tidak pakai. Dan lagi, risih juga kalau pakai batik ke tempat kuliah. Batik kan kesannya untuk acara kawinan atau resmi," cetusnya.

Sedangkan mahasiswa yag mengenakan batik seperti Krista (19), mahasiswi semester III Psikologi YAI mengaku bukan karena terpaksa. Dirinya justru senang bisa ikut melestarikan batik.

"Dengar-dengar sih katanya memang hari batik, ya jadi hari ini saya pakai. Tapi ini bukan karena terpaksa, ya untuk melestarikanlah. Dan batik ini kan lebih ke Indonesia, jadi apa salahnya menunjukkan cinta batik. Iya memang ada anjuran dari kampus. Ya itung-itung juga untuk melestarikan juga. Aku juga sering pakai batik, jadi tidak hanya hari ini saja," ujar Krista.

Hal senada disampaikan Lala (19), mahasiswi semester I Psikologi YAI. "Hari ini kan hari batik, jadi ya saya juga turut meramaikannya. Ada anjuran dari kampus juga, meski tidak ada keharusan. Tidak hanya hari ini, tapi saya sehari-hari juga suka kok pakai batik," katanya. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.