Senin, 28 Mei 2012 | 19:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Miing: Pilkada Langsung Pecah Persaudaraan
Headline
Miing Bagito - inilah.com/Duta
Oleh:
web - Sabtu, 3 Oktober 2009 | 20:38 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pilkada langsung selama ini terbukti dinilai kurang efektif. Mulai dari sisi penggunaan dana maupun dampak psiko-sosialnya di lapisan masyarakat.

"Kita belum siap untuk memilih gubernur secara langsung," kata pria yang pernah bergabung dalam grup lawak Bagito itu di Jakarta, Sabtu (3/10).

Miing yang terpilih dari Dapil Pandeglang, Banten, menegaskan, wilayahnya menjadi salah satu bukti ketidakefektifan Pilkada langsung.

"Itulah yang selama ini saya temui di lapangan. Jadi, sebenarnya saat ini tidak perlu pilkada langsung. Bupati atau gubernur lebih baik ditunjuk saja," ucapnya.

Selain menelan dana yang besar, Pilkada langsung juga berpotensi memecah-belah persatuan. Oleh karena itu, ia menilai, pilkada langsung termasuk pemekaran wilayah dan sistem otonomi daerah tidak berjalan efektif dan signifikan seiring perkembangan dinamika masyarakat.

"Gubernur sudah jadi, misalnya, tapi permusuhan antarsaudara masih belum juga usai," tuturnya lagi.

Ia juga menilai, selama ini para pemimpin daerah seperti bupati di tingkat kabupaten/kotamadya tidak ada kontrolnya sama sekali.

"Karena itu saya ingin berjuang di komisi yang berkaitan dengan hal ini di parlemen," katanya.

Miing secara khusus menilai secara substansial pada dasarnya konsep otonomi daerah sudah cukup baik. Sayangnya pelaksanaan dan faktanya di lapangan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Dengan otonomi daerah dikonsepkan ada perimbangan alokasi anggaran antara daerah dengan pusat, mendekatkan layanan publik ke tingkat masyarakat terbawah, dan memperkuat pertumbuhan daerah. Hal itulah yang sangat ingin ia perjuangkan di kursi parlemen demi terwujudnya reformasi birokrasi. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Warren Buffet
Sabtu, 3 Oktober 2009 | 22:24 WIB
Saya sangat setuju dengan pendapat Miing di atas, krn sy sangat tidak setuju sejak awal ada Pilkada. Selain terbukti langsung memecah belah persatuan rakyat di daerah Pilkada, jg hanya menghabiskan BIAYA SUPER JUMBO, padahal negara ini bukan negara kaya. Total biaya Pilkada se-Indonesia, mencapai bbrp triliun rp, pdhal kebutuhan pembangunan nyata utk kesejahteraan rakyat, masih dibutuhkan dan ini yg lebih penting. Pilkada, tetap saja, kita memilih "kucing dlm karung", bukan? Fasilitas infrastruktur : air bersih, jalan raya antara desa-kabupaten, listrik, fasilitas kesehatan, dan lainnya, banyak yg belum ada di pelosok daerah (total hampir 300 daerah tertinggal di negara ini). Untuk membangun fasilitas dasar utk kesejahteraan rakyat di daerah, belum bisa atau tertunda karena ketiadaan biaya, walaupun hanya beberapa atau puluhan milyar Rp saja, padahal utk biaya Pilkada ratusan milyar per daerah pemilihan, BISA disediakan, bukankah ini Lucu dan sekaligus memuka mata atas kebodohan pemerintah negara kita? Rakyat banyak yg sengsara, mencariair berjalan kaki berkilo meter, listrik gelap gulita, jalan raya bagai lumpur, pembangunan fisik pasar trasional bagai kandang ayam (bahkan banyak kondisi ini di kota2 besar). Pilkada diganti dengan Fit and proper test, seperti pemilihan Gubernur Bank Indonesia, lebih bijaksana, irit, sehingga biaya ratusan milyar per daerah, bisa untuk kesejahteraan rakyat. Jangan meniru negara kaya, mereka punya anggaran yang banyak dan fasilitas infrastruktur sudah memadai dan sampai di desa2pun sudah bagus. HAI Indonesia, berpikirlah dengan lebih pintar, sehingga kita (rakyat) jangan terus menderita karena minimnya fasilitas hidup.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.