INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Century Tbk (BCIC) secara resmi berganti nama menjadi Bank Mutiara pada Sabtu (3/10) malam. Filosofi mutiara pun dipakai untuk memberikan pesan bermakna kepada masyarakat.
Pergantian nama Bank Century menjadi Bank Mutiara sebagai bagian dari business plan manajemen Bank Mutiara, bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan image baru Century. Pergantian nama dan logo ini, juga sebagai upaya mengurai benang kusut Bank Century di masa lalu. "Arti Mutiara diperoleh melalui riset dan evaluasi stakeholder, karyawan, dan nasabah, ujar Direktur Utama Bank Mutiara Maryono, dalam sambutan peresmian pergantian nama Bank Century menjadi Bank Mutiara, Sabtu (3/10).
Ia menambahkan pemilihan nama Bank Mutiara berdasarkan filosofi Mutiara sebagai pelajaran berharga. Bisa bertahan di dasar laut melewati rintangan di dasar laut yang menghasilkan sesuatu yang sangat indah dan bernilai, tambahnya.
Bila dulu tulisan nama dan logo Bank Century didominasi warna merah keunguan. Nama dan logo Bank Mutiara didominasi warna merah dan biru. "Warna merah sebagai cakra dasar dari segala bentuk. Warna biru memberikan ketenangan, mutiara biru sebagai simbolisasi Bank Mutiara memasuki tahap baru, jelas Maryono.
Menurut Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djalaeni, perubahan nama ini bukan tiba-tiba. Pergantian nama ini sudah dirancang lama sebagai business plan untuk meningkatkan image pelayanan baru. Pemilihan nama melalui proses serta perkembangan Bank Mutiara tidak hanya di tangan manajemen direksi dan komisaris profesional serta pengawasan BI dan dukungan semua pihak, tambah Firdaus..
Sementara itu Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi mengatakan manajemen Bank Mutiara menghadapi tugas berat untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dalam waktu singkat dan bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Seperti diketahui, Bank Century mulai mengalami masalah yaitu kalah kliring pada akhir 2008. Bursa Efek Indonesia menghentikan perdagangan sementara Bank Century di bursa saham. Pemerintah mengambilalih Bank Century dan melakukan penyelamatan dengan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun. Dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun ini mendapatkan sorotan luas dari berbagai pihak.
Direktur Bank Century Benny Purnomo mengatakan Bank Century merogoh kocek sekitar Rp 1,8 miliar untuk pergantian nama dan logo tersebut.[mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !