inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Menunggu Dow Jones Rebound

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Jagad Ananda
Senin, 5 Oktober 2009 | 09:47 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta - Transaksi saham pekan lalu, tersendat-sendat. Tapi syukurlah, penguatan tetap terjadi. Pekan ini, indeks diprediksi akan menguat, tapi setelah itu akan ada koreksi wajar. Begitulah perhitungan yang dilontarkan oleh sejumlah pelaku pasar.
Mereka yakin, setelah pekan lalu terhambat oleh berita buruk dari AS terkait tinginya tingkat pengangguran serta melemahnya sektor manufaktur, pasar saham di negeri adidaya itu akan mengalami rebound.
Bursa AS, kata seorang kepala riset di sebuah perusahaan sekuritas asing, akan didorong oleh terbitnya laporan keuangan para emiten untuk triwulan III. Kinerja para emiten tersebut diyakini bakal lebih baik dari laporan sebelumnya. Karena segala sesuatu yang terburuk sudah terjadi, kini tinggal pemulihannya saja, katanya.
Selain itu, rebound merupakan sesuatu yang wajar setelah indeks mengalami penurunan cukup signifikan. Seperti diketahui, sepanjang perdagangan pekan lalu indeks Dow Jones mengalami penurunan hingga 302 poin atau sekitar 3% dari 9.789 (28/9) ke 9.487 (2/10).
Hal itulah yang menyebabkan pasar Jakarta terkena sentimen negatif. Dampaknya, penguatan indeks harga saham gabungan pun menjadi terhambat. Untunglah ada beberapa kabar baik yang menghambat dampak negatif dari Wall Street.
Salah satunya pengumuman tingkat inflasi yang cukup rendah. Ini, kata seorang analis, akan membuat BI rate bertahan di posisi 6,5%. Selain itu, harga minyak mentah dunia pun ikut berperan.
Memang, dua hari belakangan ini harga si emas hitam kembali merosot ke bawah level US$ 70 per barel. Namun, menipisnya cadangan minyak AS dan semakin menghangatnya politik di Iran, dipercaya akan mengembalikan harga ke tataran US$ 71-72.
Kalau itu terjadi, dampaknya akan langsung mengangkat harga komoditas. Sehingga, saham-saham yang terkait dengan sektor ini diyakini akan ikut terdongkrak. Terutama saham batubara.
Menurut para analis yang dihubungi INILAH.COM, efek seperti PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Indo Tambang Raya Megah (ITMG) layak dikoleksi untuk jangka panjang maupun pendek.
BUMI misalnya. Setelah terkoreksi ke level Rp 3.075, dalam jangka waktu relatif pendek akan kembali ke tataran Rp 3.250. Bahkan untuk jangka panjang, saham sejuta umat ini diramalkan bakal mencapai Rp 6.000. Sementara ITMG dan ADRO direkomendasikan lantaran dua saham ini belum mengalami kenaikan signifikan.
Di luar saham batu bara, efek-efek yang berkaitan dengan trend penurunan tingkat bunga juga mendapat rekomendasi beli. Saham perbankan contohnya. Kendati telah mengalami penguatan, diramalkan masih akan terus merangkak.
Adapun pilihannya adalah PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Danamon (BDMN) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI). Segeralah koleksi ketika harganya sudah terkoreksi, mumpung musim windows dressing belum tiba, saran sang analis. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.