INILAH.COM, Jakarta- IBM Corp sedang mencoba untuk menghalangi ekspansi bisnis Google Inc di pasar software.
Senjata: layanan email yang dijual IBM kepada perusahaan sebesar US$ 36 per tahun per pekerja menyerang paket aplikasi software yang lebih komprehensif dari Google, yang dijual seharga US$ 50 per pengguna per tahun.
Untuk harga yang sedikit lebih tinggi, Google menawarkan 25 kali lipat penyimpanan lebih besar yaitu, 25 GB per akun dibandingkan dengan IBM yang hanya 1 gigabyte per mailbox. Google juga memberikan pengolah kata, spreadsheet dan aplikasi untuk presentasi, serta saluran video. Tak satu pun dari fitur tersebut termasuk dalam paket IBM.
Meskipun demikian, IBM percaya layanannya yang disebut LotusLive iNotes itu bisa mengalahkan Google karena memiliki tenaga penjualan yang lebih besar dan hubungan dengan pelanggan korporat yang terjalin sudah lama. Bahkan sebelum pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin lahir pada 1973.
"Ini masalah bagi Google," kata analis Gartner Inc Matthew Cain.
IBM yang berbasis di Armonk, NY merespons meningkatnya permintaan korporasi akan email murah dari pemasok eksternal perusahaan, dan bukan mengandalkan layanannya sendiri.
Perusahaan yang berbasis di Mountain View California, Google muncul sebagai salah satu pemain utama cloud computing yang mencoba menghasilkan lebih banyak pendapatan dari sumber selain search engine internet. Search engine Google telah berfungsi sebagai pusat web dengan jaringan periklanan yang paling menguntungkan.
Setelah sukses dalam menjajakan email di awal tahun 2007, penjualan Google didapat dari lebih banyak perusahaan yang mencari cara untuk menghemat uang.[ito]