INILAH.COM, Jakarta - Kalau diibaratkan lomba lari lintas alam, pekan ini Bursa Efek Indonesia (BEI) agaknya harus melewati jalan terjal dan berliku yang posisinya berada di tepi jurang. Kondisi perekonomian AS yang belum stabil bisa menjadi batu sandungan.
Kebetulan saja, pekan lalu BEI berada di jalan yang enak di bawa lari sehinga indeks selama lima hari transaksi mencatat kenaikan 35,23 poin (1,44%) dan ditutup di level 2.479,85.
Tapi, pekan ini, medan yang harus dilalui BEI cukup berat. Jadi, ada kemungkinan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terperosok ke jurang. Penyebabnya masih yang itu-itu juga, yakni kesehatan perekonomian Amerika yang belum stabil.
Data yang diterbitkan pemerintah Amerika Serika akhir pekan lalu memberikan indikasi bahwa perekonomian negara ini masih menghadapi masalah sistemik yang bisa menguncang dunia.
Angka pengangguran pada September, misalnya, naik ke titik 9,8%. Sementara permintaan terhadap barang-barang industri pengolahan mengalami penurunan 0,8%.
Buruknya perkembangan ekonomi Amerika itu langsung direspon pelaku pasar, sehingga saham-saham di New York mengalami koreksi yang cukup tajam. Index Dow Jones Industrial Averaga turun 0,23% ke titik 9487,37. Sementara S&P merosot 0,45%.
Itu sebabnya, walau pun saat ini sudah banyak efek yang mengalami koreksi, bukan berarti saham-saham tersebut tidak akan turun lagi harganya. Peluang turun masih terbuka, kata seorang analis dari Kresna Securities. Tak kecuali saham-saham yang masuk ke dalam dalam kelas unggulan seperti PT Telkom (TLKM), PT Astra Internasional (ASII), dan PT Bank Central Asia (BBCA).
Kendati begitu, bukan berarti dilarang mengoleksi saham. Hanya saja, menurut analis tadi, jangan dalam jumlah besar. Belum waktunya, karena masih ada kemungkinan indeks terkoreksi, imbuhnya.
Ia menyarankan investor membeli dengan cara akumulatif. Jangan lupa kumpulkan saham-saham yang fundamentalnya kuat. Sebab, kelak, efek-efek tersebutlah yang bakal menjadi penopang utama kenaikan indeks. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !