INILAH.COM, Jakarta Saham PT Medco Energi (MEDC) diprediksikan terus menguat sebelum mencapai level Rp 4.000 per lembar. Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas 1 juta hektar di Papua menjadi pemicunya selain valuasinya yang masih rendah. Suryadi Candra Kasih, Kepala Riset e-Trading Securities mematok target harga
MEDC di level Rp 4.000 per unit saham. Penguatan ke level tersebut, lanjutnya karena perseroan sedang membangun Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas 1 juta hektar di Papua. Mayoritas investor lokal melakukan aksi beli terhadap saham korporasi milik Arifin Panigoro ini.
Aksi pembelian terhadap Medco juga karena saham ini secara teknikal masih sangat murah dan selama ini belum mengalami penguatan yang signifikan. Itulah yang membuat harganya naik pesat hari ini, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Senin (5/10).
Lebih jauh Suryadi mengatakan level tertinggi sebelumnya saham ini bertengger di angka Rp 3.800. Karena itu, penguatan MEDC saat ini wajar-wajar saja menyusul harganya yang
oversold. Saya menargetkan Rp 4.000 untuk Medco, ujarnya.
Pada sesi pertama, perdagangan Senin (5/10) saham MEDC naik 3,84% ke level Rp 3.375. Nilai transaksi MEDC yang mencapai Rp 402 miliar, berkontribusi 21,5% total transaksi bursa.
Sementara pada sesi pertama, perdagangan Senin (5/10), IHSG melemah 9,056 poin (0,37%) ke level 2.470,792. Indeks saham unggulan LQ 45 turun 3,529 poin (0,88%) ke level 483,963. Volume transaksi tercatat 3.277 juta lembar saham, senilai Rp 1,873 triliun dengan frekuensi 54.365 kali. Sebesar 21,5% total transaksi bursa berasal dari MEDC.
Seperti diketahui, LG International Corp menandatangani kontrak dengan MEDC untuk membangun hutan tanaman industri (HTI) 1 juta ha. Nilai investasi diperkirakan Rp 15 triliun, dengan lokasi di Merauke, Papua.
Selain itu, ada 10 investor yang siap membangun hutan restorasi di Indonesia guna mendapatkan pemasukan dari perdagangan karbon (
carbon trading) global dan hasil hutan nonkayu. Pembangunan hutan tersebut diprediksikan mencapai 1 juta ha.
Penguatan Medco juga didukung berita tentang aset Blok Libya yang sebagian dibeli oleh PetroChina dengan harga sangat tinggi. Akibatnya, saham minyak ini terkerek naik menuju Rp 4.000 per lembar sahamnya.
Seperti diketahui, China National Petroleum Corp, perusahaan minyak terbesar asal China telah membeli 50% saham Blok Libya dari tangan Verenex senilai US$ 400 juta. Adapun area 47 termasuk salah satu dari tujuh proyek utama MEDC.
Harga Petro China itu dinilai Suryadi sangat tinggi. Sebesar 50% Blok Libya dimiliki oleh Medco dan 50% sisanya dibeli Petro China dari Verenex Energy Inc. Dengan mempertimbangkan harga itu terhadap fundamental Medco, harga yang layak bagi MEDC adalah Rp 4.000 per unit sahamnya, tandasnya.
Karena itu, tutur Suryadi, saham ini akan menguat terus sebelum mencapai level tersebut. Sedangkan dari sisi sentimen market dan harga komoditas tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap saham ini. Perkiraan saya seperti itu, pungkasnya. [mdr]