INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Senin (5/10) ditutup naik tipis 0,56 poin (0,27%) ke level 2480,41 yang sempat diwarnai aksi wait and see dari investor sebelum beberapa saham blue chip menguat.
Hal itu dikatakan analis saham Sinarmas Securities Alfiansyah kepada INILAH.COM Senin (5/10). "IHSG cenderung bergerak terbatas karena investor masih melakukan wait and see menunggu momen kenaikan besok hari. Indeks berhasil positif setelah beberapa saham blue chip terjadi penguatan," katanya.
Pergerakan IHSG lebih dimotori oleh saham blue chip seperti BBRI, SMGR, GGRM, ITMG serta anggota The Seven Bakrie, seperti BNBR, BTEL dan BUMI. Namun saham grup Astra masih tetap mengalami tekanan.
Penguatan sektor pertambangan juga mendorong IHSG ditutup di area positif setelah berbalik arah naik sebesar 14,7 poin. Tekanan terhadap beberapa sektor juga turun seperti sektor perkebunan yang hanya turun 4,7 poin, saham produksi dasar hanya turun 5,7 poin serta sektor perkebukan hanya turun 4,7 poin.
Volume perdagangan mencapai 6,8 miliar saham senilai Rp 3,7 triliun dengan 115 saham naik, 68 saham turun serta 79 saham stagnan. Untuk LQ45 turun 0,6 poin ke 486,5 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,7 poin ke 398,03.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Bank Tabungan Pensiuan Nasional (BTPN) naik Rp 225 ke Rp 3.550, Multi Breeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 175 ke Rp 3.300, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 150 ke Rp 24.200, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 150 ke Rp 6.450, Jemblo Cable Company (JECC) naik Rp 130 ke Rp 660, Intiland Development (DILD) naik Rp 110 ke Rp 790, United Tractor (UNTR) naik Rp 100 ke Rp 15.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 100 ke Rp 14.600.
Untuk saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII) turun Rp 650 ke Rp 32.000, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp 350 ke Rp 11.150, Bank Nusantara Parahyangan (BBNP) turun Rp 250 ke Rp 1.300, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 250 ke Rp 20.700, United Tractors (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 15.000, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 125 ke Rp 4.800, Sinar Mas Multiartha (SMAA) turun Rp 100 ke Rp 1.400, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 100 ke Rp 4.950. [hid/cms]