INILAH.COM, Jakarta - Verifikasi kerusakan akibat gempa di Padang dan Jambi mulai dilakukan pertengahan Oktober ini, sambil menunggu tanggap darurat yang tengah dilakukan pemerintah.
''Verifikasi akan digarap pertengan bulan. Diharapkan kabupaten-kabupaten melaporkan kerusakan yang ada, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, usai rapat terbatas soal penanggulangan bencana Padang-Jambi, seperti dilansir siaran pers Kementerian Kesra, Senin (5/10) malam.
Rapat terbatas itu dilakukan di Kantor Presiden, Jakarta dan langsung dipimpin oleh Presiden SBY. Setelah itu laporan dari daerah, lanjut Syamsul, barulah ada verifikasi dari pusat. Meski demikian, ia mengaku soal anggaran masih belum dibahas lebih lanjut.
Setelah verifikasi usai dilakukan, barulah perbaikan dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dijalankan. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak Penaggulangan Bencana Sumbar, rumah rusak berat berjumlah 89.894 unit, rusak sedang 46.006 unit, dan rusak ringan 48.558 unit.
Sedangkan jumlah korban tewas per hari ini pukul 17.00 WIB, bertambah menjadi 612 orang. Luka berat 600 orang, luka ringan 906 orang, dan hilang 343 orang. [vin]