INILAH.COM, Medan - Telkomsel memasok lagi 300 mobile genset ke Sumatera Barat untuk menjamin pengoperasian seluruh elemen jaringan.
"Manajemen juga terus menambah Compact Mobile Base Transceiver (COMBAT) atau mobile BTS menjadi 10 buah untuk menambah kapasitas handling trafik komunikasi di daerah itu yang tren meingkat pasca bencana," kata Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto, di Padang, Selasa (6/10).
Suryo mengatakan, setelah berhasil melakukan percepatan pemulihan jaringan, Telkomsel menghadapi permasalahan utama yakni keterbatasan suplai listrik.
"Karena itu manajemen memutuskan untuk melakukan pengiriman 300 genset lagi menggunakan pesawat khusus carteran dari Jakarta," katanya.
Mengutip pernyataan Direktur Operasi Telkomsel, Ng Kwon Kee, Suryo mengatakan, dengan 300 mobile genset itu , manajemen berharap performansi jaringan terjaga sehingga layanan bisa optimal dan membantu mempelancar komunikasi para korban, keluarga dan relawan gempa dari dan ke Sumbar.
Disamping itu, kata dia, perusahaan itu juga melengkapi BTS dengan baterai rechargeable yang kuat mensuplai catudaya hingga enam jam, serta memastikan kontinuitas pasokan BBM untuk pengoperasian jaringan.
"Sebanyak 10 mobile BTS di kota Padang juga sudah dioperasikan untuk menggantikan fungsi BTS yang rusak bersamaan dengan runtuhnya gedung-gedung, kata Suryo.
Usai gempa, Telkomsel terus melakukan penanganan secara intensif terhadap seluruh elemen, seperti perangkat sentral Mobile Switching Center (MSC), Base Station Center (BSC), Base Transceiver Station (BTS), serta link transmisi.
Bahkan pada hari pertama pasca gempa, tambah Suryo, Telkomsel langsung menerbangkan tim khusus dari Jakarta untuk mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi sekaligus membawa suku cadang dengan pesawat carteran.
Dia menegaskan, dalam penanganan pemulihan jaringan, Telkomsel melakukan dua tahapan, yakni penanganan segera dan penanganan lanjutan.
Penanganan segera meliputi satuan daya, software dan hardware yang dimaksudkan agar pelanggan bisa berkomunikasi normal kembali.
Sementara, penanganan lanjutan adalah optimalisasi layanan dengan mengamankan performansi jaringan yang telah beroperasi melalui pengecekan rutin fisik infrastruktur, optimalisasi BTS, melengkapi BTS dengan gengset dan baterai rechargeable yang kuat mensuplai catudaya.
"Dan tentunya Telkomsel juga terus berkoordinasi dengan PLN, BMG, dan Telkom," katanya.(*/ito)