inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

WAG's Bukan Biang Kegagalan Inggris

Headline
Sven-Goran Eriksson - sportinglife.com
Oleh: Boy Leonard
Selasa, 6 Oktober 2009 | 12:24 WIB
INILAH.COM, London - Sven-Goran Eriksson, mantan pelatih timnas Inggris membantah kebijakannya mengizinkan para istri dan kekasih pemain, yang biasa dikenal dengan sebutan WAGs, menjadi biang keladi kegagalan Inggris di Piala Dunia lalu.

Sebelumnya, bek Manchester United Rio Ferdinand mengatakan tampilnya WAGs pada turnamen di Jerman tahun 2006 itu tak ubahnya sirkus, dimana kisah tentang mereka mendominasi headline surat kabar, menyaingi berita mengenai tim Inggris sendiri.

Pelatih timnas saat ini Fabio Capello memilih pendekatan yang berbeda dan lebih ketat sejak mengambil alih tongkat komando dari Steve McClaren, dengan mengatakan, Kami di sana (Piala Dunia 2010 Afrika Selatan) untuk bermain, bukan tamasya.

Alasan yang konyol bukan? tutur Eriksson seperti dilansir sportinglife.com. WAGs diundang pada saat yang menurut saya tepat, dan itu tidak sering. Jadi itu bukan alasan,

Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepak bola. Tak ada hubungannya, lanjut Eriksson.

Inggris di masa lalu tak ada bedanya dengan negara lain di dunia ini. Swedia melakukan hal yang sama, Jerman juga, semuanya, Eriksson memberikan alasannya.

Sementara mantan legenda Arsenal yang sekarang berprofesi sebagai komentator, Ian Wright, justru berkomentar sebaliknya.

Tentu saja berpengaruh, tegasnya kepada thesun.co.uk. Secara tidak langsung. WAGs adalah gangguan yang konyol bagi para pemain. Mereka terlalu dekat dengan tim.

Bayangkan seorang pemain senior yang seharusnya beristirahat di hotelnya. Sangat normal jika dia kemudian teringat akan kekasihnya yang ada di sekitar hotel itu, diapun memutuskan untuk minum sampanye bersama dan bersenang-senang. Tentu itu berpengaruh meski tidak langsung, terang Wright.

Itu akan memberikan tekanan kepada pemain tersebut, dan hal yang sama terjadi kepada rekan-rekannya yang lain, meski saat itu mereka tidak menyadarinya, lanjut Wright.

Itu bukan salah si pemain. Itu sikap kurang profesional Sven, dan itu tidak mengejutkan. Untungnya Capello menerapkan kebijakan yang berbeda, ujar Wright, sebelum menutup, tetapi saya tidak akan membuat perbandingan diantara keduanya.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.