INILAH.COM, Denpasar - Telkomsel mengirim 300 genset bergerak dan 10 unit Compact Mobile Base Transceiver (COMBAT) menggunakan pesawat khusus carteran ke daerah gempa Sumatera Barat.
Pengiriman mobile genset itu untuk menjamin pasokan energi listrik pada pusat pemancar jaringan sinyal (BTS), sedangkan Combat atau mobile BTS guna menambah kapasitas trafik komunikasi.
"Setelah berhasil melakukan percepatan pemulihan jaringan, kami menghadapi permasalahan utama keterbatasan suplai listrik. Karena itu kami memprioritaskan pengiriman genset menggunakan pesawat carteran dari Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuman," kata Direktur Operasi Telkomsel, Ng Kwon Kee dalam siaran persnya, Selasa (6/10).
Dengan adanya 300 mobile genset, diharapkan performansi jaringan Telkomsel yang memasuki tahap pemulihan, dapat terus terjaga, sehingga layanan pelanggan bisa optimal.
Di samping itu, Telkomsel juga melengkapi BTS dengan baterai isi ulang (rechargeable) yang kuat men-suplai catudaya hingga enam jam, serta memastikan kontinyuitas pasokan BBM untuk pengoperasian jaringan. "Kami juga mendatangkan 10 mobile BTS di Kota Padang untuk menggantikan fungsi BTS yang rusak bersamaan dengan runtuhnya gedung-gedung oleh guncangan gempa Rabu (30/9)," ucap Kwon Kee.
Pascagempa, katanya, Telkomsel terus melakukan penanganan secara intensif terhadap seluruh elemen, seperti perangkat catudaya, sentral Mobile Switching Center (MSC), Base Station Center (BSC), Base Transceiver Station (BTS), serta link transmisi.
Bahkan pada hari pertama pascagempa, Telkomsel langsung menerbangkan tim khusus dari Jakarta untuk mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi sekaligus membawa suku cadang dengan pesawat carteran.
Dalam penanganan pemulihan jaringan, Telkomsel melakukan dua tahapan, yakni penanganan perangkat yang sifatnya segera dan penanganan lanjutan. Penanganan segera meliputi catuan daya, perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang ditujukan agar secepat mungkin dan sebanyak mungkin pelanggan dapat normal berkomunikasi.
Dengan semakin banyaknya BTS yang kembali beroperasi, diharapkan dapat memperluas cakupan sekaligus menambah kapasitas handling trafik komunikasi.
Penanganan lanjutan adalah optimalisasi layanan dengan mengamankan performansi jaringan yang telah beroperasi melalui pengecekan rutin fisik infrastruktur, optimalisasi BTS, melengkapi BTS dengan genset dan baterai yang kuat men-suplai catudaya hingga enam jam.
Telkomsel juga terus berkoordinasi dengan PT (Persero) PLN, BMKG, dan Telkom, sehingga dapat melakukan perbaikan jaringan secara lebih efektif. "Kami bersyukur dapat secara cepat memulihkan layanan," kata Kwon Kee.
Hingga hari kelima setelah gempa, sudah sekitar 700 BTS Telkomsel yang berhasil kembali dioperasikan menjangkau hampir 90 persen wilayah dalam Kota Padang. Sementara untuk wilayah luar Kota Padang seperti Bukittinggi, Solok, Payakumbuh, Pasaman, Palangki, Painan, dan bahkan Pariaman yang merupakan wilayah terdekat dengan pusat gempa, hampir 100 persen. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !