INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah akan membuka rekening penerimaan bantuan bencana gempa bumi di Sumatera hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana selesai.
"Rekening sudah dibuka di Bank Indonesia (BI) sejak kemarin (Senin) dan akan dibuka hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selesai. Sekarang baru tahap tanggap darurat," kata Dirjen Perbendaharaan Depkeu, Herry Purnomo di Jakarta, Selasa (6/10).
Ia mengatakan, hingga saat ini sejumlah donatur asing berniat memberikan bantuan berupa hibah untuk membantu penanganan bencana di Sumatera. "Saya belum ngecek berapa yang masuk, dari Saudi Arabia rencananya akan memberikan hibah sekitar 50 juta dolar AS," katanya.
Ia menyebutkan, bantuan tersebut berupa hibah dan bukan berbentuk pinjaman dan akan difokuskan untuk penanganan paska gempa di Padang. "Ini di luar APBN, tetap akuntabilitasnya dijaga, dan juga menjadi obyek pengawasan KPK karena juga menyangkut uang milik negara," kata Herry.
Ia menyebutkan, pemerintah telah membuka lima rekening di BI untuk menerima sumbangan/bantuan bencana di Sumatera. Satu rekening untuk menerima bantuan dalam mata uang rupiah dan lainnya dalam valuta asing.
Rekening-rekening dimaksud adalah nomor 519.000124 (rekening Menkeu untuk penerimaan bantuan bencana alam Sumatera dalam valuta Rupiah). Rekening nomor 609.022411, rekening Menkeu untuk penerimaan bantuan bencana alam Sumatera dalam valuta dolar AS. Rekening Nomor 609.000991, rekening Menkeu untuk penerimaan bantuan bencana alam Sumatera dalam valuta Euro. Rekening Nomor 609.007111, rekening Menkeu untuk penerimaan bantuan bencana alam Sumatera dalam valuta Yen Jepang.
Sementara untuk bantuan dalam valas selain dolar AS, Euro, dan Yen Jepang, dapat disampaikan melalui rekening Nomor 519.000124. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !