inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Kadin Tetapkan 3 Klaster Industri Unggulan

Headline
Faisal Basri - inilah.com /Dokumen
Oleh:
Selasa, 6 Oktober 2009 | 17:50 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menetapkan tiga klaster industri sebagai unggulan dalam pendalaman struktur industri di Tanah Air.

"Dalam pembuatan road map industri, Kadin sepakat fokus pada 10 klaster industri unggulan. Ditetapkan tiga klaster industri sebagai unggulan guna memperdalam struktur industri di tanah air," kata ekonom Faisal Basri, dalam pembahasan Peta Jalan Industri 2015 oleh Kadin di Jakarta, Selasa (6/10).

Ketiga klaster industri tersebut yakni industri alat telekomunikasi dan informatika (ICT), industri logam dasar dan mesin, serta industri petrokimia.

Faisal mengatakan, ada fenomena deindustrialisasi saat ini, di mana terjadi penurunan pertumbuhan industri manufaktur yang sangat drastis sejak krisis ekonomi 1997-1998.

Dalam 10 tahun (1987-1996) industri manufaktur non migas tumbuh rata-rata 12 persen per tahun, lima poin lebih tinggi dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 6,9 persen. Setelah krisis (2000-2004) industri manufaktur non migas masih tumbuh rata-rata 5,7 persen per tahun, sedikit lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan PDB yang mencapai 5,2 persen.

Namun pada lima tahun terakhir (2004-2008), pertumbuhan industri manufaktur non migas tumbuh rata-rata 5,6 persen per tahun, lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan PDB yang mencapai 5,7 persen. Penurunan pertumbuhan industri lebih rendah dari pertumbuhan PDB dapat menggambarkan bahwa perekonomian Indonesia mengalami proses deindustrialisasi dini.

Dari sini dapat dikatakan perekonomian mulai bergeser ke sektor jasa, terutama jasa modern di perkotaan yang kurang menyerap tenaga kerja. Bila kondisi ini berlanjut maka pengangguran akan semakin besar.

Menurut Faisal, sektor industri manufaktur perlu kerja ekstra keras untuk dapat tumbuh. Ia memperhitungkan akan sulit bagi sektor ini menembus angka pertumbuhan enam persen.
"Itu pun sudah dicoba diperhitungkan dengan skenario optimis," ujar dia.

Faisal menjelaskan jika yang ingin dicapai hanya sekedar pertumbuhan saja, maka langkah yang dilakukan lebih sederhana yakni mendukung industri alat angkut, mesin, dan peralatan. "Tanpa kerja keras pun industri ini bisa memberikan pertumbuhan di industri manufaktur."

Sementara jika yang ingin dicapai adalah pendalaman struktur industri maka yang harus dilakukan adalah mendukung berkembangnya industri dasar seperti industri logam dan besi baja. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.