INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 Oktober 2009 dijadwalkan meresmikan pencanangan pembangunan fisik proyek Palapa Ring melalui fasilitas konferensi video (video conference) antara Jakarta-Mataram.
"Presiden akan berkomunikasi dari Istana Negara, Jakarta dengan Menkominfo yang saat itu berada di Desa Krandangan, Mataram, Lombok lokasi proyek Palapa Ring," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo Gatot S Dewa Broto, di Jakarta, Rabu (7/10).
Menurut Gatot, pada konfrensi video menggunakan fasilitas telekomunikasi pedesaan yang sedang digelar pemerintah dalam program Universal Service Obligation (USO) membangun telekomunikasi dasar di seluruh desa di tanah air.
Selain pencanangan pembangunan awal Palapa Ring oleh PT Telkom, ujar Gatot, SBY juga akan menerima deklarasi Menkominfo Muhammad Nuh tentang akses telekomunikasi dan informatika yang sudah tersedia merata di seluruh desa di provinsi Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali dan NTB.
Proyek Palapa Ring merupakan pembangunan tulang punggung (backbone) serat optik yang diinisiasi Pemerintah yang terdiri atas 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable), yang membentuk tujuh cincin melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di Kawasan Timur Indonesia.
Gatot menuturkan, PT Telkom mengambil inisiatif untuk mengawali pembangunan fisik Palapa Ring segmen serat optik (inland cable) maupun bawah laut (submarine cable) dari Mataram hingga Kupang yang direncanakan selesai akhir September 2010.
Adapun proses pembangunan sedang berlangsung dengan jalur yang dilewati adalah Mataram-Kawinda Nae sepanjang 292,3 km, Kawinda Nae-Raba (142,5 km), Raba-Waingapu (307,5 km), Waingapu-Ende (210,1 km), dan Ende-Kupang (285,4 km).
Gatot menambahkan, konsorsium Palapa Ring selanjutnya akan membangun segmen fiber optic darat maupun bawah laut dari Manado, Ternate, Sorong, Ambon, Kendari hingga Makassar (yang dilewati adalah Manado-Bitung sepanjang 58 km, Bitung-Ternate 303,3 km).
Ternate-Sorong (658,5 km), Sorong-Ambon (722,8 km), Ambon-Kendari (778,5 km), dan Kendari-Kolaka (192 km), Kolaka-Watampone (156,3 km), Watampone-Bulukumba (157 km) dan Bulukumba-Makassar (194 km).
Pembangunan fisik Palapa Ring ini sedianya dimulai awal 2009, Namun berbagai kendala di antaranya dampak dari krisis keuangan global mengakibatkan anggota konsorsium menyisakan tiga perusahaan yaitu Telkom, Indosat, dan Bakrie Telecom.
"Konsorsium pada dasarnya tetap komit segera membangun, hanya saja meminta pemerintah menjadwal ulang awal pembangunan paling cepat akhir 2009," imbuh Gatot. [*/ana]