Minggu, 27 Mei 2012 | 09:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dividen BUMN Relatif Kecil
Headline
Faisal Bakrie - inilah.com /Dokumen
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
web - Rabu, 7 Oktober 2009 | 12:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai jauh lebih kecil dibanding kontribusi cukai empat perusahaan rokok, meskipun BUMN sebagai aset terbesar bangsa.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri, dalam peluncuran bukunya yang berjudul 'Lanskap Ekonomi Indonesia', di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Rabu (7/10).

"Ini penyakit paling akut di Pertamina, untuk menghasilkan 1 barel biayanya sebesar US$ 36,1 sementara Chevron sebesar US$ 6,8. Hantunya Pertamina bukan Chevron," ujarnya.

Menurut Faisal ada tiga kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang harus dibebaskan agar BUMN tersebut menjadi lebih sehat. "BUMN disandera oleh tiga masalah berat yaitu adanya missed management dan kelemahan etos kerja, politisasi dan penjarahan, serta korupsi dan kelalaian," ujar Wakil Presiden terpilih RI Boediono saat membacakan sepenggal isi dalam buku yang baru diluncurkan Rabu (7/10) ini di Jakarta.[mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
boronet
Kamis, 8 Oktober 2009 | 14:41 WIB
Seharusnya BUMN ditempatkan didepartemen teknis,sehingga dapat menjadi lebih fokus dalam pembinaan ,baik sdm atau investasi.Namun jangan sampai menjadi perahan spt dulu.Kalau melihat BUMN dengan pembina spt deputy2 yang ada sekarang,maka dalam waktu mendatang kita akan menghadapi kritis mendasar.Sangat berbahaya utk nasional.Siapapun menterinya,tidak akan mampu menghadapi sekian banyak prsh BUMN,dengan berbagai karakter.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.