INILAH.COM, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) kembali mendapatkan tambahan permintaan ekspor batubara ke India sebanyak 1 juta ton per tahun. Bahkan sampai akhir tahun India mengharapkan tambahan batubara dari Indonesia hingga 50 juta ton per tahun.Hal itu dikatakan Direkur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan, Jakarta, Rabu (7/10). "Adaro dan beberapa perusahaan lainnnya sudah mendapatkan permintaan ekspor batubara ke India. Volumenya masih dibicarakan antara Adaro dengan pembelinya," jelasnya.
Sampai saat India terus mengharapkan ekspor batubara dari Indonesia. Bahkan sampai akhir tahun India mengharapkan tambahan batubara dari Indonesia hingga 50 juta ton per tahun.
Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pernah menjelaskan India membutuhkan batubara Indonesia dalam jumlah yang besar, terutama untuk pengembangan power plant mereka.
Saham ADRO pada pukul 13.45 WIB turun Rp 20 ke Rp 1.420 dengan volume 56.091 unit saham senilai Rp 40,23 miiar sebanyak 751 kali transaksi. [hid]