INILAH.COM, Pekanbaru Dalam penghitungan suara di pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2009-2015, Tommy Soeharto tidak memeroleh suara sama sekali. Hal ini dianggap tim sukses Tommy membuktikan bahwa sang Pangeran Cendana itu berpolitik dengan jujur.
Hal itu diungkapkan, Ketua Tim Sukses HMP G1, Saurip Kadi kepada INILAH.COM, di Pekanbaru, Riau, Kamis (8/10). Dia mengatakan, kemenangan yang diraih Tommy lebih besar nilainya daripada angka dukungan yang diraih Aburizal Bakrie.
"Secara angka memang Ical menang. Tapi kalau soal nilai, ya Tommy yang menang. Karena dengan 0 suara itu membuktikan bahwa Tommy tidak melakukan politik dagang sapi," katanya.
Saurip juga mengatakan, dengan tidak ada suara yang didapat, Tommy telah menunjukkan bahwa seorang dari keluarga Cendana tidak bermain kotora. Karena tidak adanya sepeser pun kocek yang dirogoh Tommy untuk membeli suara DPD-DPD Golkar.
"Tapi sebenarnya, mereka itu mengajukan angka Rp 500 juta ke Mas Tommy agar dalam Munas memilihnya. Tapi Mas Tommy tidak mau, karena mereka mengajukannya tanpa program. Malahan, kalau mau DPD II-nya ikut milih Tommy, maka harus menyediakan belasan miliar," ungkapnya. [mut/nuz]