INILAH.COM, Gaza Faksi Hamas yang memerintah di Jalur Gaza melarang perempuan mengendarai atau membonceng sepeda motor dengan alasan keamanan dan tradisi sosial, bukan karena nilai-nilai Islam. Lho?
Dalam sebuah keputusan yang akan dinilai mengherankan di Roma atau Rio de Janeiro, Depdagri melarang perempuan mengendarai kendaraan roda dua atau membonceng. Jubir Depdagri Ehab Al Ghsain mengatakan keputusan itu diambil karena perempuan yang naik motor di belakang suami atau kerabat prianya merupakan alasan utama kecelakaan beberapa pekan terakhir.
Kami telah mengambil serangkaian keputusan untuk mengurangi kecelakaan dan mencegah kematian. Pria yang memboncengkan wanita menjadi penyebab kecelakaan dan tidak sesuai dengan tradisi sosial kami, katanya, Kamis (8/10).
Sejumlah kelompok Ham mengatakan bahwa Hamas makin giat menjatuhkan hukum-hukum syariah Islam yang ketat kepada 1,5 juta warga Palestina yang berada di Jalur Gaza. Seperti pasangan yang mengeluh karena dihentikan polisi dan diminta menunjukkan surat nikah, atau para pria yang diminta menutup tubuhnya ketika berada di pantai. [vin]