INILAH.COM, Washington Keduanya sama-sama kelompok militan yang paling diincar di dunia karena aksi terorisme yang ditebarkan. Namun ternyata, Presiden AS Barack Obama lebih mengincar Al Qaeda ketimbang Taliban.
Presiden Obama mungkin setuju untuk menambah pasukan ke wilayah Afghanistan, sesuai permintaan Jenderal Stanley McChrystal. Ia juga bersiap untuk menerima keterlibatan Taliban dalam pemerintahan negara itu, papar seorang staf pemerintahan senior yang enggan menyebutkan namanya, seperti dilansir Yahoo!, Jumat (9/10).
Invasi AS di Afghanistan yang diklaim sebagai perang melawan terorisme itu makin tak populer di dalam negeri sendiri. Sedangkan Jenderal McChyrstal yang komandan tertinggi di AS di tempat itu, mengatakan secara publik bahwa negaranya harus menambah pasukan jika tak ingin kalah.
Keputusan ini mungkin akan disampaikan secara publik dua pekan lagi. Pembahasan mengenai penambahan pasukan ini masih terus kami lakukan di Gedung Putih, lanjutnya.
Jenderal McChrystal meminta Obama menambah 40 ribu serdadu lagi ke Afghanistan. Sementara perlawanan militan makin gencar dan agresif. AS baru saja kehilangan delapan orang serdadu dalam sehari, jumlah tertinggi sejak mereka invasi ke negara itu pasca serangan WTC New York, 11 September 2001 silam. [vin]