INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah belum memutuskan tawaran dari International Monetary Fund (IMF) untuk bergabung menjadi penyumbang dana dalam New Arrangements to Borrow (NAB).
"Indonesia ditawari untuk jadi krediturnya. kreditur itu yang menyuplai dana bukan yang peminjamnya," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika ditemui di kantornya, Jumat (9/10).
Ani menjelaskan, NAB merupakan suatu fasilitas likuiditas baru yang didukung oleh negara-negara anggota IMF. "Fasilitas ini juga dipakai untuk berjaga-jaga kalau ada negara-negara anggota yang mengalami kesulitan likuiditas," ujarnya.
Sementara itu, berdasar pernyataan Ani, keputusan keterlibatan Indonesia dalam NAB nantinya bergantung dari Bank Indonesia (BI) karena dana dari IMF masuk ke dalam lajur neraca keuangan negara bukan masuk ke dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). "Itu BI yang mengevaluasi, baru nanti dibawa ke pemerintah untuk didiskusikan," pungkasnya.[mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !