INILAH.COM, Jakarta - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melakukan proses restrukrisasi aset department store ke PT Pacific Utama Tbk (perseroan) untuk mengembangkan potensi department store agar lebih transparan ke depan.
"Banyak mengira Matahari menjual aset department store padahal kami melakukan restrukrisasi aset seperti investoris, aset berhubungan operasional dan distribusi, privilege berupa kontrak ke PT Pasific Utama Tbk," ujar Danny, kemarin.
Menurut Danny, langkah ini termasuk lanjutan program MPPA sejak 2002. Selama ini MPPA tumbuh berkembang pesat termasuk department store yang semakin berkembang sehingga bila dipingit terus akan membuat Matahari tidak bisa berkembang. "MPPA masih mempunyai kontrol penuh di department store meskipun dialihkan ke PT Pasicific Utama Tbk," tuturnya.
Proses restrukrisasi ini akan dilakukan hingga Desember 2009. Pengalihan aset ini bernilai Rp 425 miliar. Danny mengatakan setelah proses tersebut selesai maka PT Pasicific Utama Tbk akan rights issue senilai Rp 425 miliar, dan MPPA mendapatkan prioritas untuk mendapatkan saham tersebut.
"Setelah mengeluarkan HMETD maka MPPA akan menguasai mayoritas saham PT Pasific Utama Tbk sekitar 90%. Kami sebagai perusahaan terbuka sudah menjelaskan ke Bapepam-LK, dan berharap berhasil diterima oleh Bapepam-LK," jelas Danny.
Setelah aksi korporasi tersebut MPPA akan fokus padadepartment store. Menurut Danny, bisnis department store masih memiliki prospek bagus terutama di kota besar dan daerah termasuk Jawa dan Sumatra. "Shopping mal masih menjadi tujuan utama belanja masyarakat. Omset department store di Jakarta bahkan memberikan kontribusi 30% hingga 35% dari total nasional," ujarnya.
Namun, belanja modal MPPA lebih besar ke hypermart dibandingkan department store sekitar 30% hingga 35%. Ia mengatakan pertumbuhan retail akan tumbuh sekitar 10% setiap tahun. [hid]