INILAH.COM, Paris Polisi Prancis menangkap seorang peneliti di Pusat Penelitian Nuklir Eropa (Cern) karena diduga mempunyai hubungan dengan Al-Qaeda. Pria keturunan Aljazair berusia 32 tahun itu adalah salah satu dari dua bersaudara yang ditangkap di Vienne pada Kamis (8/10) lalu.
Tudingan itu, seperti dilansir BBC, Minggu (11/10), karena polisi meyakini pria tersebut melakukan kontak melalui internet dengan kelompok Al-Qaeda di Maghribi. Pria itu bahkan ditengarai tengah merencanakan serangan ke Prancis.
Cern membangun sebuah mesin yang disebut Large Hadron Collider. Dia mencoba menciptakan sebuah kondisi yang persis sama dengan saat big bang atau yang diyakini sebagai awal mula alam semesta terjadi.
Dia membenarkan bahwa seorang ilmuwan mereka yang bekerja di fasilitas mereka telah ditangkap dengan dugaan memiliki hubungan dengan organisasi teroris. Mereka mengaku sebisa mungkin bekerja sama dengan polisi yang sedang melakukan penyelidikan.
''Ia bukan pegawai Cern, tapi melakukan penelitian berdasar kontrak dengan sebuah institut lain. Pekerjaannya tidak bersinggungan dengan sesuatu yang bisa digunakan untuk keperluan terorisme,'' demikian pernyataan Cern.
Cern adalah sebuah organisasi sipil yang didukung 20 negara Uni Eropa dan merupakan laboratorium penting bagi bidang studi fisika sub atom. Pusatnya berada di perbatasan Prancis-Swiss sedikit di luar Jenewa.
Dua bersaudara itu ditangkap untuk diintrogasi pada hari Kamis di Vienne, sebuah kota kecil sekitar 100 kilometer arah barat daya dari laboratorium Cern. Mereka ditangkap petugas kepolisian berdasar surat perintah dari kantor antiteror Prancis. [nuz]