INILAH.COM, Jakarta- Sepasang fisikawan telah menunjukkan bahwa komputer memiliki batas kecepatan. Jika prosesor terus berakselerasi, kita akan mencapai pengolahan yang paling cepat dalam waktu kurang dari satu abad.
Salah satu pendiri Intel Gordon Moore, memprediksi 40 tahun yang lalu bahwa produsen bisa menggandakan kecepatan komputasi setiap dua tahun dengan menjejalkan makin banyak transistor mungil pada sebuah chip.
Ramalannya menjadi dikenal sebagai Hukum Moore, dan terbukti dalam evolusi komputer. Prosesor tercepat saat ini 30 kali lebih cepat dibandingkan 10 tahun yang lalu.
Jika komponen terus menyusut, fisikawan akhirnya harus mengkodifikasi informasi ke partikel yang lebih kecil. Di dunia microelectronic, lebih kecil berarti lebih cepat.
Tapi fisikawan Lev Levitin dan Tommaso Toffoli dari Boston University di Massachusetts, telah memprediksi batas kecepatan komputasi, tidak peduli bagaimana cara mendapatkan komponen-komponen kecil.
"Jika kita percaya pada hukum Moore ... maka akan memakan waktu sekitar 75-80 tahun untuk mencapai batas kuantum ini," kata Levitin.
Scott Aaronson, seorang asisten profesor teknik elektro dan ilmu komputer di Institut Teknologi Massachusett di Cambridge, mengatakan perkiraan Levitin tentang 75 tahun terlalu optimis.
Ia juga mengatakan, Hukum Moore, mungkin tidak akan bertahan lebih dari 20 tahun.[ito]