inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Utan Kayu Literary Biennale Siap Digelar

Headline
utankayu.org
Oleh: Liana Garcia
Senin, 12 Oktober 2009 | 10:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bienal Sastra Internasional Utan Kayu 2009 kembali dihelat. Festival berbasis narasi antarbangsa dan antarwilayah Indonesia ini akan menampilkan pembacaan, diskusi, pameran lukisan, dan pertunjukan musik.

Hampir satu dasawarsa, Bienal Sastra Internasional Utan Kayu 2009 kembali hadir. Acara yang akan diselenggarakan pada 21-24 Oktober ini merupakan ajang perjumpaan sastra dan seni berbasis narasi antarbangsa dan antarwilayah Indonesia. Festival ini akan menampilkan pembacaan, diskusi, pameran lukisan, dan pertunjukan musik.

Tema festival kali ini adalah Merandai (Traversing). Merandai berarti perpindahan dari satu tempat ke tempat lain pada bidang horisontal yang setara. Tempat yang satu tidak lebih tinggi dari yang lain.

Di sini, 'tempat' yang berbeda bukan hanya berarti lokasi geografis, tetapi juga disiplin seni yang berbeda. Sastra, rupa, dan musik akan saling merandai. Sepilihan karya para sastrawan ditafsir oleh musisi dan perupa ke dalam komposisi musik dan lukisan, yang akan dipertunjukkan selama festival.

Karena itu, festival kali ini tidak hanya merupakan pertunjukan perkembangan sastra, tetapi juga memperlihatkan tafsir visual atas sebagain dari karya-karya tersebut.

Para sastrawan dari negeri dan budaya yang berbeda-beda akan bertukar pengalaman, merandai dari wilayahnya ke wilayah asing, dan dari sastra kepada bentuk seni yang lain, yaitu seni rupa dan musik.

Selain pembacaan karya dan diskusi, pilihan karya dari sastrawan peserta festival akan ditafsirkan dalam musik maupun lukisan oleh sejumlah musisi dan perupa.

Utan Kayu Literary Biennale kali ini tak hanya perandaian sastra antarwilayah dan antarnegeri, tetapi perandaian inspirasi dari sastra kepada musik dan seni rupa. Inilah festival yang menampilkan pembacaan karya oleh sastrawannya sendiri, dan 'tafsir' karya mereka ke dalam musik dan lukisan.

Para sastrawan yang terlibat kali ini adalah A Muttaqin, AS Laksana, Aan Mansyur, Agus R Sarjono, Ahda Imran, Alfred Schaffer, Beno Siang Pamungkas, Bernice Chauly, Dacia Maraini, Drisana Deborah Jack, Gus tf Sakai, Handry TM, Hasan Aspahani, Hudan Hidayat, Inggit Putria Marga, Iyut Fitra, Jan Cornall, Jimmy Maruli Alfian, Leila S Chudori, Lily Yulianti Farid, M Iksaka Banu, Moon Chung-Hee, Ramon Damora, Reggie Baay, Sandra Thibodeaux, Sapardi Djoko Damono, Timur Sinar Suprabana, Triyanto Triwikromo, Vanni Bianconi, Warih Wisatsana, Wendoko, dan Yanusa Nugroho. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Al murtadho @ Senin, 12 Oktober 2009 | 11:48 WIB
selamat buat kawan2 dari semarang yg ikut meramaikan perhelatan akbar itu, Timur sinar, HandryTM,TriyantoTriwikromo,BenoSiangPamungkas, Dari surabaya juga Bang HudanHidayat, Semoga sukses
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.