INILAH.COM, Washington - Keduanya dikenal sebagai kelompok militan terbesar di dunia dan sama-sama berbasis di Asia. Namun manakah yang lebih kuat dan membahayakan?
"Taliban sebenarnya jauh lebih kuat dibanding Al Qaeda. Mereka memiliki keuangan yang lebih baik dan bertanggung jawab untuk serangan yang lebih banyak terhadap AS dan pasukan koalisinya di Afghanistan," kata staf senior Depkeu AS, David Cohen, kepada AP, Selasa (13/10).
Kelompok yang bermarkas di perbatasan Afghanistan-Pakistan itu, lanjut Cohen, mengumpulkan uang dari beberapa bisnis. Misalnya dari ladang ganja yang banyak terdapat di Afghanistan, serta perdagangan heroin di wilayah tersebut. Taliban juga menagih 'uang keamanan' dari pebisnis setempat.
Untuk Al Qaeda, Cohen mengatakan pendanaan kelompok ini mulai menipis. Hal ini diakibatkan invasi AS dan sekutunya untuk membabat habis sumber-sumber keuangan mereka. Pendonor Al Qaeda merupakan target utama, serta mengacaukan perpindahan uang kelompok tersebut.
"Al Qaeda berada dalam kondisi keuangan terlemah mereka selama ini, dan hal tersebut mempengaruhi aktivitas mereka. Sedangkan Taliban memperoleh pemasukan utama dari berdagang heroin, terutama di wilayah Teluk," ungkap Cohen. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !