Senin, 28 Mei 2012 | 19:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Edan! Bocah Pakistan Ledakkan Diri
Headline
abcnews.com
Oleh: Vina Ramitha
web - Selasa, 13 Oktober 2009 | 11:56 WIB
INILAH.COM, Shangla - Serangan bom bunuh diri yang menewaskan 41 orang di Pakistan, ternyata dibawa oleh seorang bocah yang baru berusia 13 tahun. Edan!

Dalam serangan yang terjadi pada Senin 12 Oktober itu, si bocah dikabarkan melemparkan diri ke sebuah konvoi militer asing yang sedang melewati sebuah pasar yang ramai di Shangla, baratlaut Swat. Distrik itu merupakan wilayah domisili militan.

Akibatnya, Al Jazeera, Selasa (13/10), melaporkan 41 orang tewas. Padahal akhir pekan lalu, serangan juga terjadi di mabes AD dan menewaskan 23 orang. Dalam empat hari terakhir, rangkaian ledakan di Pakistan telah menewaskan 116 orang.

"Empat puluh-satu orang tewas dan 45 lainnya cedera dalam ledakan itu," kata Mian Iftekhar Hussain, menteri penerangan provinsi. Ledakan menjadi fatal karena si bocah menyerang ke konvoi yang membawa amunisi. Sebagian besar tewas karena ledakan truk amunisi tersebut.

AFP memberitakan, kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang berhubungan dengan Al Qaeda, mengakui sebagai dalam pemboman di markas militer. Sementara bom terakhir, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Daerah suku Pakistan, khususnya Lembah Swat, dilanda konflik antara pasukan pemerintah dan militan Taliban dalam beberapa waktu terakhir ini. Pemerintah Pakistan menyatakan, lebih dari 1.930 militan berhasil mereka tewaskan. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
prihatin
Selasa, 13 Oktober 2009 | 16:05 WIB
Saya pernah lihat liputan di BBC bahwa banyak penduduk padesaan pakistan yg hanya bersekolah di madrasah. Mereka masih belia, dari umur 6thn sudah tinggal di asrama sederhana. Mereka dikirim ke sana krn ortunya ndak mampu. Ketika mereka mulai dianggap 'dewasa' kira2 berusia 12 thn, datanglah yg menganggap dirinya senior untuk memberikan tugas khusus kepada murid terpilih. Ada yg menolak, tetapi kebanyakan tidak. Anak ini tidak tahu tugasnya apa, pokonya dia akan dijemput dan di bawa ke kota. Ternyata ada anak yg berhasil kabur setelah tahu bahwa yg mesti dia bawa di kota adalah bahan peledak. sungguh terkutuk orang yg mengunakan anak2 sebagai tumbal
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.