INILAH.COM, Shangla - Serangan bom bunuh diri yang menewaskan 41 orang di Pakistan, ternyata dibawa oleh seorang bocah yang baru berusia 13 tahun. Edan!
Dalam serangan yang terjadi pada Senin 12 Oktober itu, si bocah dikabarkan melemparkan diri ke sebuah konvoi militer asing yang sedang melewati sebuah pasar yang ramai di Shangla, baratlaut Swat. Distrik itu merupakan wilayah domisili militan.
Akibatnya, Al Jazeera, Selasa (13/10), melaporkan 41 orang tewas. Padahal akhir pekan lalu, serangan juga terjadi di mabes AD dan menewaskan 23 orang. Dalam empat hari terakhir, rangkaian ledakan di Pakistan telah menewaskan 116 orang.
"Empat puluh-satu orang tewas dan 45 lainnya cedera dalam ledakan itu," kata Mian Iftekhar Hussain, menteri penerangan provinsi. Ledakan menjadi fatal karena si bocah menyerang ke konvoi yang membawa amunisi. Sebagian besar tewas karena ledakan truk amunisi tersebut.
AFP memberitakan, kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang berhubungan dengan Al Qaeda, mengakui sebagai dalam pemboman di markas militer. Sementara bom terakhir, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.
Daerah suku Pakistan, khususnya Lembah Swat, dilanda konflik antara pasukan pemerintah dan militan Taliban dalam beberapa waktu terakhir ini. Pemerintah Pakistan menyatakan, lebih dari 1.930 militan berhasil mereka tewaskan. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !