inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,988.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Investasi Diperkirakan Mulai Naik Q3-2009

Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Dokumen
Oleh:
Selasa, 13 Oktober 2009 | 18:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah memperkirakan investasi sudah akan mulai meningkat pada kuartal III (Q3) 2009 sehingga mulai berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

"Investasi mungkin agak sedikit meningkat tapi memang belum lebih dari 5 persen," kata Plt Menko Perekonomian/Menkeu, Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Selasa (13/10).

Ia mengakui, komposisi penyumbang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2009 tidak akan berbeda jauh dengan kuartal II 2009. "Pertumbuhan konsumsi mungkin masih di kisaran 5 persen, investasi mungkin agak sedikit meningkat, sementara ekspor diperkirakan masih negatif," katanya.

Namun untuk ekspor, negatifnya akan berkurang dari sebelumnya negatif 19 persen menjadi sekitar negatif 10 persen. "Kita akan lihat komposisi dari agregat demand, belanja pemerintah barangkali tidak ada perubahan, atau relatif sama dengan tahun lalu," ujarnya.

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi selama 2009 sekitar 4,1 hingga 4,3 persen. Khusus untuk kuartal IV 2009 diperkirakan mencapai 4,5 persen.

Sementara itu, mengenai kebijakan gula, Sri Mulyani yang juga Plt Menko Perekonomian mengatakan, masalah terkait gula yaitu dinamika harga internasional bergerak cepat, sementara pabrik-pabrik gula di dalam negeri masih menggunakan teknologi dan biaya yang belum kompetitif.
"Kondisi ini menghadapkan kita harus mencari jalan yang cukup seimbang, termasuk dalam hal ini adalah kebijakan impor dan tarif bea masuknya," katanya.

Ia menyebutkan, pemerintah tidak ingin melakukan impor yang kemudian mematikan seluruh potensi di dalam negeri. Harus dipisahkan antara tekanan perubahan harga dengan kebutuhan produksi gula yang efisien.

"Untuk 2010, pemerintah sudah menyediakan anggaran revitalisasi. Itu bisa menjadi salah satu bentuk untuk melakukan efisiensi. Pemerintah akan mencari kombinasi yang terbaik," katanya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.