INILAH.COM, Yogyakarta - Lukisan karya 10 perupa yang ditampilkan dalam pameran bertajuk "dasarupa" memvisualisasikan harapan dan doa.
"Semua karya 10 perupa itu mempunyai arti tentang perjalanan ke arah masa depan," kata kurator pameran, Yerry di Yogyakarta, Rabu, 14/10.
Perjalanan itu, menurut dia ditempuh melalui kebersamaan dan keberagaman, sehingga menjadi arah yang mencerahkan bagi siapa pun.
"Di sisi lain, kebersamaan dan keberagaman itu merupakan salah satu cara yang efektif untuk mematangkan diri dalam berkesenian melalui cara pameran kelompok," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Penyelenggara Pameran "Dasarupa", Kamiran Suriyadi mengatakan dasarupa yang dimaksud adalah penyatu bagi dua aliran perupa.
"Dua aliran perupa tersebut adalah yang menempuh jalur pendidikan seni rupa dan yang tidak. Namun, mereka memiliki semangat dan keingintahuan yang sama," katanya.
Menurut dia, 10 perupa yang berasal dari berbagai kota itu menampilkan karyanya di Taman Budaya Yogyakarta hingga 16 Oktober 2009.
Mereka yang berasal dari Yogyakarta, Semarang, Kalimantan, Jakarta, Riau, Banyuwangi, dan Jombang itu mencoba menyatukan ide dan konsep berkesenian melalui pameran bersama.
Ia mengatakan ke-10 perupa tersebut antara lain Agus Nuryanto, Ahmad Muzayin, Bintoro, Itok Sulung Haryanto, Kamiran Suriyadi, Nur Iman Hidayat, Nur Hidayat, Sukardiyana, Kik Wahyu Peshang, dan Marsim.
"Mereka yang berasal dari latar belakang yang berbeda, tanpa melihat perbedaan itu menyatukan ide untuk menampilkan karyanya dalam sebuah pameran kelompok, sebagai wujud kebersamaan dan keberagaman," katanya. [*/lia]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !