Minggu, 27 Mei 2012 | 09:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Carrefour Protes Hasil Pemeriksaan KPPU
Headline
Oleh:
web - Rabu, 14 Oktober 2009 | 13:28 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Carrefour Indonesia memprotes Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan (LHPL) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas dugaan monopoli yang dituduhkan pada perusahaan ritel asal Perancis itu.

"Kami dari awal tidak sependapat dengan KPPU. Tuduhan KPPU itu tidak berdasar," kata Direktur Corporate Affairs PTB Carrefour Indonesia, Irawan Kadarman di Jakarta, Rabu (14/10).

Menurut dia, dugaan monopoli yang dituduhkan pada perusahaannya tidak benar. Berdasarkan riset Nielsen, pangsa pasar Carrefour dalam ritel moderen sebelum akuisisi hanya sebesar 14,5 persen dan naik menjadi 17 persen setelah akuisisi Alfa.

Selain itu, berdasarkan riset Mars Indonesia, pangsa pasar Carrefour di ritel moderen sebesar 5,8 persen. "Tim pemeriksa tidak memeriksa seluruh bukti, dokumen, dan keterangan yang telah diberikan oleh PTB Carrefour Indonesia selama proses pemeriksaan," ujarnya.

Kuasa hukum PTB Carrefour Indonesia, Ignatius Andy menjelaskan Carrefour memang memimpin pasar (market leader) namun tidak memiliki posisi monopoli dan tidak dominan. "Tim pemeriksa memiliki data bahwa pangsa pasar terlapor (Carrefour) kecil dan terlapor tidak memiliki posisi monopoli dan tidak dominan. Tabel 7 halaman 6 LHPL," katanya.

Andy menjelaskan berdasarkan data itu, PTB Carrefour Indonesia memiliki pangsa pasar pada 2007 hanya sebesar 19,63 persen.

Menurut Andy, KPPU tidak bertindak dengan adil karena menghitung pangsa pasar gabungan antara Carrefour denganB Alfa namun hal itu tidak dilakukan bagi peritel lainnya. "Hero itu kan juga punya gerai Giant, Matahari Group juga punya berbagai bentuk ritel lainnya," tambahnya.

Andy mengakui Carrefour memang memimpin pasar ritel nasional namun tidak memiliki posisi monopoli. "Kami juga mengalami rugi di sebagian toko yang kami miliki," ujarnya.

Beberapa outlet yang ditutup adalah di Moolis Bandung, Pluit Megamall, Ratu Plaza dan Braga City Bandung. Selain tutup, beberapa outlet lainnya juga mengalami kerugian antara lain outlet di ITC Surabaya, Kalimas, Bekasi Square, Kiara Condong Bandung, Sukajadi Bandung, Cikarang, Daan Mogot, Rungkut Surabaya, Madiun, Cakung dan Ciputat. "Penyebabnya bermacam-macam, ada yang karena kalah bersaing juga," jelas Irawan. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.