INILAH.COM, Washington Invasi ke Afghanistan yang dilakukan pasukan Barat, terus mendapat pertentangan. Kali ini Inggris mulai merasa berat atas aktivitas mereka di negara itu.
Seperti dilaporkan Wall Street Journal, Rabu (14/10), PM Gordon Brown mengirimkan sekitar 500 serdadu lagi ke Afghanistan. Hal ini merupakan bentuk dukungan bagi usaha Washington untuk mendapat jaminan komitmen dari sekutu-sekutu Eropa.
Brown akan mengumumkan penambahan itu hari ini dan menetapkan sejumlah syarat. Syarat-syarat itu termasuk strategi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bagi pelatihan personil sipil dan militer Afghanistan, peralatan baru yang layak dan satu pemerintah baru dibentuk.
Sementara itu, sang PM juga dipusingkan dengan dukungan publik terhadap perang Afghanistan yang terus menurun. Jajak pendapat Populus untuk suratkabar The Times menunjukkan lebih dari sepertiga responden mengatakan seluruh pasukan Inggris harus ditarik dari kawasan itu.
Angka ini meningkat menjadi 36% dari 29% pada pertengahan September lalu. Empat dari 10 responden ingin pasukan Inggris ditarik, atau meningkat dari posisi bulan lalu saat tiga dari 1O responden menghendakinya.
Sejumlah 221 tentara Inggris telah tewas di Afghanistan sejak serangan yang dipimpin AS pada tahun 2001. Dari jumlah itu, Dephan menyatakan sekitar 190 tewas dalam pertempuran. [*/vin]