INILAH.COM, Gresik - Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Sutarto Alimoeso menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk di tahun 2010 mendatang.
"HET pupuk sama dengan tahun ini untuk urea Rp1.200 per kg. Sementara NPK Rp2.854 per kg," katanya usai menghadiri acara peresmian pabrik pupuk NPK Phonska III, pabrik pupuk Fosfat I dan Fosfat II Petrokimia Gresik, Rabu (14/10).
Menurutnya, dengan perkembangan produksi pupuk tahun ini dan penyediaan pemerintah terhadap pupuk yang disubsidi diharapkan tidak akan terjadi kelangkaan pupuk di setiap daerah.
"Dari aspek peningkatan kuota pupuk akan kami tingkatkan, begitu pun dari segi pendistribusian akan terus diperbaiki, sehingga pupuk benar-benar langsung tersalur ke petani dengan harga yang telah disubsidi pemerintah," katanya.
Di tahun 2010 nanti, pemerintah juga telah menyediakan subsidi pupuk urea enam juta ton, dan diperkirakan subsidi akan terus ditingkatkan menyusul masih ada kelebihan produksi selagi kebutuhan gas untuk industri pupuk tercukupi.
Ia menyebutkan tahun ini pemerintah menyediakan sebanyak 5,5 juta ton urea telah didistribusikan, dan NPK 100 juta ton.
Tidak dinaikkannya HET pupuk ini, kata Sutarto diharapkan mampu meningkatkan target produksi pertanian, utamanya padi untuk menunjang ketahanan pangan nasional.
Ia menargetkan tahun 2010 pertumbuhan produksi beras bisa meningkat tiga sampai empat persen dari tahun sebelumnya melihat meningkatnya pertumbuhan penduduk mencapai 1,3 persen.
Tahun 2008 Deptan berhasil menembus angka produksi gabah di atas 60 juta ton gabah kering giling (GKG) yang kemudian tahun ini target produksi 47 juta ton beras atau setara dengan 63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) di mana bila terealisasi bisa surplus 3,8 juta ton beras.
Kendati di sejumlah daerah banyak petani mengalami puso (gagal panen) akibat kekeringan, namun pihaknya optimis target itu bisa terealisasi.
"Kalau bicara kekeringan tahun ini lebih parah tahun sebelumnya, berdasar catatan hanya puluhan ribu hektare sawah yang puso, tahun tahun sebelumnya mencapai ratusan ha," katanya.
Sementara Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sofyan Jalil mengatakan berdasar evaluasinya konsumen pupuk tertinggi berada di Jawa.
Untuk itu ia meminta supaya produksi perusahaan pupuk bisa ditingkatkan setidaknya dengan menambah kapasitas produksi.
Diharapkannya dengan beroperasinya pabrik pupuk NPK Phonska III milik Petrokimia Gresik yang menghasilkan 600 ribu ton per tahun
Pabrik pupuk Fosfat I serta Fosfat II masing-masing menghasilkan 500 ribu ton per tahun setidaknya bisa lebih meningkatkan persediaan pupuk. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !