INILAH.COM, Surabaya - Persebaya melakukan debutnya di Liga Super Indonesia dengan mengecewakan. Di hadapan ribuan suporter fanatiknya, Persebaya hanya bermain imbang melawan Bontang FC di Tambaksari.
Semangat menggebu Persebaya dan kegugupan pemain Bontang FC membuat tim kebanggaan masyarakat Surabaya itu sempat unggul langsung 2-0 dalam 25 menit awal melalui gol penalti Anderson Da Silva (16) dan Josh Maguire (24).
Sayang, permainan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh semangat. Kesalahan-kesalahan elementer seperti umpan dan kontrol bola, serta buruknya skema serangan yang dijalankan pelatih Danurwindo membuat Bontang FC, yang secara perlahan berhasil mengatasi kegugupannya, mengembangkan serangan.
Menit ke 30, lewat Aldo Bareto, tim arahan Fachri Husaini memperkecil ketinggalan menjadi 2-1 hingga turun minum.
Bahkan, aksi individu Aldo Bareto di depan gawang Deny Marcel, nyaris membuahkan dua gol tambahan, akibat kurangnya komunikasi dan lemahnya lini pertahanan Persebaya.
3.800 Bonek yang memadati Stadion Gelora 10 Nopember terhenyak saat Bareto menyamakan kedudukan pada menit ke 63, memanfaatkan kesalahan lini belakang dan tidak sigapnya kiper Deny Marcel.
"Kondisi anak-anak sedikit tertekan ketika lawan bisa membuat gol balasan. Apalagi sebagian pemain kami belum banyak berpengalaman tampil di Liga Super," kilah Danurwindo usai pertandingan.
Sementara Bontang FC cukup puas dapat membawa pulang satu angka.
"Kami bersyukur dan cukup puas dengan hasil seri ini, karena anak-anak bermain sesuai instruksi. Persebaya sebenarnya bermain cukup bagus, tapi kami berusaha tampil disiplin," kata pelatih Bontang FC Fachri Husaini.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !