INILAH.COM, Jakarta - Pelaku pasar sudah memprediksikan tim ekonomi dalam kabinet SBY-Boediono yang baru seperti yang selama ini beredar. Nama-nama itu dipengaruhi oleh Boediono sebagai teknokrat.
Hal itu disampaikan Economist Standard Chartered Fauzi Ichsan, di Jakarta. Nama calon menteri yang akan duduk di kabinet mendatang seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, dan tim ekonomi seperti Chatib Basri, Raden Pardede, Anggito Abimanyu dan Raden Pardede. "Tidak ada yang mengejutkan dengan tim ekonomi karena ini yang diinginkan pasar karena menghargai Boediono dan Sri Mulyani. Tim ekonomi akan dipengaruhi oleh Boediono sebagai teknokrat," ujarnya.
Menurut Fauzi, reformasi pajak dan bea cukai menjadi catatan bagus untuk Sri Mulyani. Kasus Bank Century pun akan mereda setelah pengumuman kabinet. Sedangan calon menteri BUMN kemungkinan akan dipilih direktur utama BUMN yang berhasil atau mempertahankan menteri BUMN Sofyan Djalil.
Ia mengatakan makro ekonomi Indonesia tidak ada masalah tetapi yang menjadi masalah ekonomi Indonesia adalah masalah mikro. Kurangnya infrastruktur seperti jalan tol, power plant dan proyek lain menjadi masalah ekonomi. "Yang diperlukan Indonesia bukan tim ekonomi tetapi engineering atau ahli pembangunan proyek," ungkap Fauzi.
Menurut Fauzi, Indonesia salah satu negara Asia yang sedikit terimbas ekonomi. Konsumsi domestik Indonesia sekitar 70% menjadi penopang ekonomi Indonesia. Pulihnya pasar finansial dan komoditas global membantu Indonesia.
Ia meramal kurs rupiah berada di level 9.100 pada 2010.BI Rate meningkat 7,5% karena inflasi naik ditambah diperkirakan harga BBM naik pada triwulan 1 2010. Cadangan devisa Indonesia pun akan meningkat meskipun ekspor turun karena harga komoditas naik. Ekspor komoditas Indonesia sekitar 40%. Ditambah harga barang impor akan turun. "Pemulihan ekonomi Indonesia dilihat dari peningkatan PDB dan penjualan mobil, motor mulai pulih," kata Fauzi. [hid]