INILAH.COM, Jakarta - Tiga nama kandidat Menteri ESDM baru kembali mencuat. Dirjen Migas Evita Legowo, Anggota DPR-RI, fraksi Demokrat Sutan Bhatugana dan Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg) Hattarajasa bertarung memperebutkan kursi menteri ESDM baru.
Hadirnya ketiga nama ini tentu saja memiliki kelebihan dan kekerangan yang semestinya perlu dipertimbangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam memilih satu dari ketiga orang tersebut.
Anggota DPR-RI fraksi Golkar, Zainal Arifin memberikan penilaian plus minus terhadap tiga calon tersebut.
Zainal Arifin melihat Dirjen Migas Evita Legowo adalah orang terdekat bagi Menteri ESDM sekarang, Purnomo Yusgiantoro. "Padahal Purnomo sudah dinilai gagal mengembangkan sektor ini," ujarnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (15/10).
Sementara, lanjutnya, untuk Hattarajasa, kalau ingin menjadi Menteri ESDM, dia tidak boleh menjadi Ketua Partai PAN. Sedang untuk Sutan Bhatugana, dia belum memiliki pengalaman teknis maupun politik di sektor migas dan pertambangan.
Pengamat Perminyakan dari Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto menilai Hattarajasa dan Evita layak menjadi menteri ESDM, karena keduanya sama-sama memiliki latarbelakang di sektor energi.
"Tapi mungkin Hattarajasa lebih kuat peluangnya karena dia mempunyai dukungan politik secara langsung. Kalau Sutan dalam hal kompetensi sektor ESDM menurut saya masih kalah dibanding Hattarajasa dan Evita," terang Pri Agung kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (15/10).
Sedang Kepala BP Migas, Raden Priyono memberikan penilaian kalau Evita lah yang pantas menempati posisi ini. "Evita sudah teruji pengalamannya," katanya.
Sayangnya ketika ditemui di Departemen ESDM, Evita mengaku hingga kini belum mendapatkan informasi, atau pun dipanggil Presiden SBY untuk mengikuti fit and proper ke Cikeas. "Tidak benar ada informasi saya sudah
dipanggil jadi menteri," katanya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !