INILAH.COM, Las Vegas Legenda tenis Andre Agassi memiliki pandangan tersendiri mengenai peta persaingan tenis tunggal putra. Baginya, era Roger Federer dan Rafael Nadal memasuki masa-masa akhir.
Duel Federer dan Nadal memang menjadi perseteruan yang hangat sejak bertahun-tahun lalu. Seiring waktu dan kondisi fisik keduanya, persaingan pemuncak Asosiasi Tenis Profesional Pria (ATP) diyakini Agassi akan bergeser.
Federer, yang kini berusia 28, memang masih berpeluang menjadi yang terbaik namun Agassi menilai itu tidak akan bertahan lama. Sementara Agassi menilai cedera yang diderita Nadal akan berpengaruh banyak terhadap karir petenis asal Spanyol itu.
Jika Anda bermasalah dengan lutut, maka itu akan cenderung berulang dan tidak mudah menghadapinya, jadi saya percaya dia akan berusaha keras untuk kesembuhannya selama karirnya, kata Agassi seperti dikutip sports.yahoo.com.
Ada tiga nama yang dianggap Agassi mampu menjadi suksesor Nadal dan Federer.
Sekarang kita memiliki kemungkinan untuk mengganti. Anda memiliki dua pemain yang akan digantikan oleh (Novak) Djokovic, (Andy) Murray dan (Juan Martin) del Potro, ungkap Agassi.
Dari ketiga nama itu, Agassi memiliki calon kuat yang akan menjadi nomor satu.
Dari sisi talenta, Murray adalah pemain yang mampu memenangkan kejuaraan Grand Slam. Saat saya melihat permainannya dan membandingkannya dengan pemaion-pemain lain dia memiliki sesuatu yang dibutuhkan untuk menjadi pemenang, katanya.
Diantara tiga petenis yang disebutkan Agassi akan menjadi raja di masa depan, hanya Murray yang belum pernah memenangkan gelar Grand Slam. Djokovic pernah memenangkan Australia Open 2008 dan Del Potro baru saja memenangkan US Open 2009.[nov]