INILAH.COM, Jakarta - Calon menteri keuangan yang juga masih menjabat sebagai menteri keuangan Sri Mulyani dinilai masih layak untuk menduduki posisi tersebut.
Demikian dikatakan pengamat pasar modal Willy Sanjaya, saat dihubungi INILAH.COM, Kamis (15/10). "Pelaku pasar menyukai Sri Mulyani. Ia dinilai berhasil membawa indeks saham keluar dari krisis. Selain itu ada bukti nyata yang dihasilkan oleh Sri Mulyani dibandingkan nama-nama lainnya," ujarnya.
Willy mengatakan Sri Mulyani berhasil membawa Indonesia sedikit terimbas dari krisis ekonomi global dibandingkan negara lain yang mengalami tekanan luar biasa.
Hal senada diungkapkan oleh pengamat pasar modal dari PT Liquid Capital Djoko Rahardjo. Menurutnya, Sri Mulyani masih bisa menduduki posisi sebagai Menteri Keuangan. " Sri Mulyani masih ada harapan, secara historical Sri Mulyani mencatatkan catatan bagus dalam perekonomuan. Pelaku pasar menyukai Sri Mulyani," ujar Djoko.
Menurut Djoko, nama-nama calon menteri keuangan seperti Sri Mulyani, Anggito Abimanyu, Raden Pardede, dan Muhammad Ikhsan adalah nama-nama yang tidak asing lagi oleh pelaku pasar. "Nama-nama tersebut tak asing oleh pelaku pasar sehingga tidak ada resistensi oleh pelaku pasar," kata Djoko.
Kepala Riset PT Paramitra Securities Pardomuan Sihombing mengatakan siapapun menteri keuangan diharapkan bisa memberikan kebijakan stimulus ekonomi dan mengetahui keadaan pasar. "Yang terpenting rakyat bisa makan sehingga ekonomi bagus, bila ekonomi bagus maka bursa saham akan bagus," tutur Pardomuan.
Ia mengatakan bursa saham merupakan bagian kecil dari perekonomian. Bila ekonomi bagus maka bursa saham akan mengikuti ekonomi yang bergerak positif. Selama ini 5 tahun perekonomian memang berjalan baik, namun ada beberapa hal yang harus dibenahi seperti infrastruktur dan industri. " Pemerintah bisa menjaga daya beli masyarakat. Bila daya beli masyarakat menurun berdampak ke emiten sehingga kinerja emiten menurun. Yang paling penting ekonomi membaik,"ujar Pardomuan.
Iinfrastruktur perlu dibenahi agar perusahaan bisa ekpansi sehingga
perekonomian pun berjalan. Pemerintah harus mencari pendanaan untuk
membenahi infrastruktur. Selain itu industri dalam negeri perlu
ditingkatkan. "Saat ini prioritas rakya adalah bisa makan. Bila rakyat bisa makan maka mereka akan menabung, kemudian prioritas terakhir mereka adalah berinvestasi. Sehingga prioritas terakhir mereka adalah investasi dan saham menjadi pilihan investasi," jelas Pardomuan. [hid]