INILAH.COM, Jakarta - Jumlah 34 kementerian dalam kabinet Indonesia Bersatu jilid II dianggap terlalu gemuk. Berdasarkan pengamalan pemerintahan sebelumnya, jumlah tersebut tidak selalu mencerminkan efektivitas bekerja.
Hal tersebut disampaikan oleh peneliti Lembaga Survei Indonesia Burhanudin Muhtadi saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (16/10).
"Ini menunjukan bahwa SBY tidak berbeda jauh dengan pemerintahan zaman Gus Dur, Megawati, serta SBY sendiri waktu kemarin, dan semakin memperjelas kalau presiden terpilih belum bisa mengabaikan representasi dari berbagai pihak," tambahnya.
Seharusnya, imbau Burhanudin, SBY bisa melihat kinerja menteri-menteri pada periode sebelumnya. Sebab, jumlah gemuk belum tentu selalu ditunjang dengan efektivitas kinerja.
"Efektivitas kinerja kabinet pada pemerintahan lalu, jarang sekali mempunyai prestasi yang baik, mungkin ada beberapa seperti swasembada pangan, tapi itu belum bisa dikatakan sepenuhnya kabinet mempunyai kinerja yang baik," ujarnya. [bar]